Comscore Tracker
SHARIA

Digitalisasi Iringi Positifnya Kinerja Keuangan BSI

Jumlah pengguna mobile banking menembus angka 2,5 juta.

Digitalisasi Iringi Positifnya Kinerja Keuangan BSIShutterStock/CahyadiSugi

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) menunjukkan kinerja keuangan positif sepanjang semester I-2021. Emiten berkode BRIS ini membukukan laba bersih Rp1,48 triliun year-on-year, naik 34,29% dari Rp1,1 triliun pada semester I-2020. Pencapaian ini diikuti pertumbuhan jumlah pengguna mobile banking yang menembus 2,5 juta.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, mengatakan kenaikan laba semester I 2021 dipicu pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) sehingga biaya dana dapat ditekan. Hal itu mendorong kenaikan pendapatan margin dan bagi hasil yang tumbuh sekitar 12,71% yoy.

“Pada tahun ini BSI fokus untuk menjaga kualitas pembiayaan dan mengelola coverage ratio dengan tetap mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat serta akselerasi kapasitas digital dan operasional,” ujar Hery dalam keterangan resmi yang dirilis Senin (2/8).

Hery mengatakan BSI akan terus meningkatkan kapabilitas digital untuk menjaga pertumbuhan ke depan. Langkah ini menyusul pertumbuhan signifikan volume transaksi kanal digital BSI sepanjang triwulan II-2021.

Hingga Juni, nilai transaksi kanal digital BSI menembus Rp95,13 triliun. Kontribusi terbesar pencapaiannya berasal dari transaksi layanan BSI Mobile yang naik 83,56% yoy. Sepanjang Januari-Juni 2021, volume transaksi di BSI Mobile mencapai Rp41,99 triliun atau naik 109,82% yoy.

Pada Juni, BSI memberikan fasilitas pembuatan rekening digital melalui fitur terbaru Know Your Customer-Biometric. Fitur ini akan membantu verifikasi foto wajah yang terintegrasi dengan data kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Dengan fitur tersebut, calon nasabah tidak perlu melakukan videocall pada tahap verifikasi data diri saat membuka rekening secara daring. Waktu pembukaan rekening hingga mendapat nomor rekening pun akan menjadi lebih singkat, yakni kurang dari 5 menit.

Hery mengatakan perkembangan teknologi digital serta pertumbuhan jumlah pengguna smartphone di Indonesia menjadi landasan BSI untuk terus melakukan pengembangan fitur BSI Mobile. “Inovasi ini diharapkan dapat membuat transaksi keuangan lebih cepat, mudah, dan aman,” ucapnya.

Related Articles