Daftar Bank Syariah di Indonesia, BSI Hingga BCA Syariah

OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 11,61 persen secara tahunan per Agustus 2026.
BSI menjadi bank syariah terbesar di Indonesia, dengan aset Rp456 triliun dan laba bersih Rp7,57 triliun per akhir 2025.
Daftar bank syariah lainnya mencakup Muamalat, BTPN Syariah, BCA Syariah, BSN, Bank Nano Syariah, dan Bank Syariah Matahari.
Jakarta, FORTUNE – Indonesia memiliki potensi besar sebagai pemimpin ekonomi syariah global. Bahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menambah jumlah bank syariah di Indonesia untuk memperkuat industri perbankan syariah.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan pembiayaan perbankan syariah tumbuh dua digit dan berada di level 11,61 persen secara tahunan per Agustus 2026.
“Per Agustus 2026, pembiayaan perbankan syariah tumbuh double digit (dua digit) di level 11,61 persen yoy, piutang pembiayaan syariah tumbuh solid sebesar 9,27 persen yoy dan pertumbuhan kontribusi asuransi syariah membaik dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi -0,12 persen yoy,” ungkap Dian.
Capaian tersebut menunjukkan peluang besar sejumlah bank syariah dalam perkembangan perbankan nasional. Lebih lengkap, berikut daftar bank syariah di Indonesia yang masih beroperasi hingga 2026.
Table of Content
Daftar bank syariah di Indonesia
1. Bank Syariah Indonesia (BSI)
Dalam daftar bank syariah di Indonesia, Bank Syariah Indonesia (BSI) termasuk yang terbesar dengan kantor cabang dan nasabah yang tersebar di berbagai wilayah.
BSI merupakan perbankan yang terbentuk dari hasil penggabungan dari tiga bank syariah milik badan usaha milik negara (BUMN), yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, dan Bank BRI Syariah pada 2021.
Sebagai perbankan, BSI menawarkan berbagai produk dan layanan perbankan syariah, mulai dari tabungan, pembiayaan, dan investasi.
Per akhir 2025, BSI membukukan total aset sebesar Rp456 triliun atau naik 11,,64 persen secara tahunan. Laba bersih menyentuh level Rp7,57 triliun, tumbuh 8,02 persen dari 2024.
2. Bank Muamalat Indonesia
Berdiri pada 1991, Bank Muamalat Indonesia dikenal sebagai pionir bank syariah di Indonesia. Dari sejarahnya, bank umum ini dikenal sebagai bank pertama yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah.
Memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman, Bank Muamalat Indonesia konsisten memberikan layanan perbankan sesuai prinsip Islam. Lewat produk inovatifnya, bank ini telah melayani jutaan nasabah di berbagai wilayah Indonesia.
3. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTN Syariah)
Bank Tabungan Pensiun Nasional Syariah (BTPN Syariah) merupakan bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat inklusi.
Dalam menjalankan bisnisnya, BTPN Syariah menyasar segmen keluarga prasejahtera produktif melalui layanan keuangan dan program pemberdayaan. Model bisnis tersebut mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, serta pemberdayaan ekonomi.
4. BCA Syariah
Selain menyediakan layanan bank konvensional, Bank Central Asia (BCA) melayani layanan syariah lewat BCA Syariah. Sejak 2010, bank umum tersebut aktif memenuhi kebutuhan
BCA Syariah memadukan prinsip syariah dengan teknologi dan keandalan layanan BCA. Produk dan layanannya mulai dari simpanan, pembiayaan, hingga layanan digital bagi nasabahnya.
5. Bank Mega Syariah
Bagian dari grup Mega Corpora, Bank Mega Syariah termasuk ke dalam daftar bank syariah di Indonesia. Bank umum ini menawarkan berbagai produk dan layanan perbankan sesuai dengan prinsip syariah.
Di awal 2025, Bank Mega Syariah sukses menutup tahun buku 2024. Pertumbuhan laba sebesar 6.06 persen secara tahunan, yakni meningkat menjadi Rp253,19 miliar.
6. KB Bank Syariah
KB Bank Syariah merupakan bank umum syariah dan termasuk ke dalam bagian dari KB Bank. Bank ini sebelumnya dikenal sebagai Bank Syariah Bukopin.
Dengan berpegang pada nilai-nilai syariah, KB Bank Syariah menerapkan sistem bunga dan memakai akad-akad seperti bagi hasil dan lainnya. Selain tabungan dan deposito, KB Bank Syariah juga menawarkan pembiayaan kepemilikan rumah.
7. Bank Aceh Syariah
Bank Aceh Syariah merupakan bank umum syariah yang beroperasi di Aceh. Sebelum bertransformasi menjadi bank syariah, bank ini dikenal sebagai Bank Pembangunan Daerah Aceh (BPD Aceh) atau Bank Aceh.
Pemerintah Provinsi Aceh menjadi pemegang saham pengendali, bersama pemerintah kabupaten dan kota di Aceh sebagai pemegang saham lainnya. Bank Aceh Syariah menjalankan seluruh kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah.
8. Bank Panin Dubai Syariah
Bank Panin Dubai Syariah mulai beroperasi sebagai bank umum syariah pada 2009. Bank ini menjalankan kegiatan perbankan berdasarkan prinsip syariah, termasuk melalui skema bagi hasil.
Sebagai bagian dari Panin Group, Bank Panin Dubai Syariah menawarkan berbagai produk dan layanan perbankan syariah seperti tabungan danpembiayaan.
9. Bank Aladin Syariah
Daftar bank syariah di Indonesia berikutnya adalah Bank Aladin Syariah atau dulu dikenal Bank Net Syariah Indonesia. Resmi berdiri pada 2022, Bank Aladin Syariah mengusung prinsip syariah dalam mengatur keuangannya.
Selain itu, Bank Aladin Syariah menekankan pada keamanan dan kenyaman dalam melayani nasabah. Adapun produknya seperti pembiayaan, pendanaan, dan layanan perbankan lainnya.
10. Bank Jabar Banten Syariah
Bank Jabar Banten (BJB) Syariah awalnya dibentuk sebagai unit usaha syariah Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten. Dalam perkembangannya, unit tersebut kemudian dipisahkan dan berdiri sebagai bank umum syariah dengan nama BJB Syariah.
BJB Syariah terus mengembangkan jaringan layanannya untuk menjangkau nasabah di berbagai wilayah. Hingga saat ini, bank tersebut memiliki 11 kantor cabang dan 63 kantor cabang pembantu.
11. Bank Syariah Nasional (BSN)
Bank Syariah Nasional (sebelumnya dikenal Bank Victoria Syariah) hadir sebagai solusi perbankan yang menggabungkan prinsip Islami dengan inovasi teknologi. Perbankan tersebut diposisikan sebagai salah satu bank syariah terbesar di Indonesia.
Sebelumnya, BTN Syariah mengakuisisi Bank Victoria Syariah dan menjadi pemegang saham mayoritas pada Juni 2025. BTN kemudian melakukan spin-off atau pemisahan dan mengubah namanya menjadi Bank Syariah Nasional (BSN).
Transformasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat struktur industri. Langkah ini juga membuka peluang peningkatan skala usaha hingga perluasan akses keuangan bagi masyarakat.
12. Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah)
Perkembangan perbankan syariah nasional tidak lepas dari peran sejumlah bank daerah, seperti Bank Riau Kepri Syariah. BRK Syariah merupakan perbankan milik pemerintah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Sejak 2022, BRK Syariah resmi beroperasi sebagai bank syariah nasional (BUS). Unit usaha perbankan ini menawarkan berbagai produk dan layanan berbasis syariah, seperti tabungan, pembiayaan, hingga layanan digital.
13. Bank NTB Syariah
Bergeser ke wilayah Indonesia bagian timur, ada Bank NTB Syariah milik pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bank daerah ini beroperasi menggunakan prinsip syariah sejak 2018.
Seiring berjalannya waktu, Bank NTB Syariah menjadi pilihan utama nasabah yang bebas dari riba. Bank NTB Syariah melayani berbagai kebutuhan perbankan bagi masyarakat, seperti tabungan, pembiayaan, dan akses digital melalui Rimo by Bank NTB Syariah.
14. Bank Nano Syariah
Bank Nano Syariah merupakan hasil spin-off dari unit usaha syariah (UUS) Bank Sinarmas, yang beroperasi sejak 2024. Dari sana, Bank Nano Syariah terus memperkuat posisinya di tengah dinamika industri perbankan.
Hingga akhir 2025, perusahaan mencatat total aset sebesar Rp9,794 triliun atau naik dari tahun lalu Rp9,693 triliun. Laba sebelum pajak mencapai Rp205 miliar dan mencapai 107,68 persen dari target.
Bank Nano Syariah juga berprestasi di industri perbankan nasional. Beberapa penghargaan yang berhasil diraih, seperti Indonesia Sharia & Halal Top Brand Award 2025, Marketeers OMNI Brands of the Year 2025, hingga BAZNAS Award 2025.
15. Bank Syariah Matahari (BSM)
Sebagai lembaga keuangan milik Muhammadiyah, Bank Syariah Matahari (BSM) berperan strategis untuk mendukung pertumbuhan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan pemberdayaan UMKM. Perbankan ini resmi beroperasi setelah mengantongi izin operasional dari OJK pada 2025.
BSM menyediakan berbagai produk berbasis syariah yang dapat diandalkan, seperti tabungan, deposito, dan pembiayaan bagi hasil untuk pengusaha. Lewat prinsip syariah, mereka berkomitmen menjaga operasional usaha sesuai ajaran Islam.
Itulah daftar bank syariah di Indonesia yang telah memiliki nasabah yang tersebar di berbagai wilayah. Semoga bermanfaat!
FAQ seputar daftar bank syariah di Indonesia
Apa bank syariah nomor 1 di Indonesia? Bank Syariah Indonesia (BSI) dianggap sebagai bank syariah terbesar dengan total aset mencapai Rp456 triliun per Desember 2025.
Apa saja bank syariah selain BSI? Ada banyak pilihan bank syariah di Indonesia selain BSI, seperti Bank Muamalat Indonesia, BCA Syariah, hingga BTN Syariah.
Bank syariah pertama di Indonesia adalah bank apa? Bank Muamalat Indonesia menjadi bank syariah pertama di Indonesia yang didirikan pada 1991.
Apa beda bank syariah dengan bank konvensional? Perbedaan utamanya terletak pada landasan hukum operasional dan sistem pembagian keuntungannya.




















