Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Pembiayaan Bank Mega Syariah Naik 12,73 Persen Jadi Rp10,38 triliun

2 min read
Pembiayaan Bank Mega Syariah Naik 12,73 Persen Jadi Rp10,38 triliun
Pembiayaan Bank Mega Syariah Naik 12,73% jadi Rp10,38 triliun, Pacu Ekonomi Syariah/Dok Bank Mega Syariah
  • Bank Mega Syariah mencatat total pembiayaan Rp10,38 triliun hingga Agustus 2026, naik 12,73 persen secara tahunan.
  • Pembiayaan komersial menyumbang Rp6,23 triliun atau 60,02 persen portofolio, didorong corporate banking Rp4,75 triliun dan business banking Rp1,49 triliun.
  • Laba sebelum pajak mencapai Rp164,95 miliar, tumbuh 4,11 persen; bank melihat peluang pembiayaan di pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perdagangan, logistik, dan sektor berorientasi ekspor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Mega Syariah (BMS) membukukan kinerja keuangan dan intermediasi positif, seperti terlihat pada total pembiayaan hingga Agustus 2026 yang mencapai Rp10,38 triliun atau tumbuh 12,73 persen secara tahunan (YoY). 

Pembiayaan komersial menjadi kontributor utama kredit bank syariah ini dengan nilai Rp6,23 triliun atau porsi 60,02 persen dari total portofolio, ditopang oleh sub-segmen corporate banking sebesar Rp4,75 triliun dan business banking sebesar Rp1,49 triliun.

Hal ini terungkap dalam forum Outlook Ekonomi Syariah Market Review: Q3-2026, Proyeksi FY 2026 dan 2027 di Menara Mega Syariah, Jakarta, Kamis (17/9). Forum ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sekaligus Ketua Orwil ICMI DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. 

"Bagi Bank Mega Syariah, kolaborasi lintas sektor sangat krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi produktif yang berkelanjutan,” kata Direktur Bisnis Bank Mega Syariah, Rasmoro Pramono Aji, melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Selasa (22/9).

Pria yang biasa dipanggil Oney ini menyatakan sektor pendidikan dan kesehatan masih memberikan sumbangsih utama pertumbuhan pembiayaan korporasi Bank Mega Syariah karena memiliki fundamental kuat dan kebutuhan stabil. 

Selain itu, perusahaan ini memandang peluang pembiayaan pada sektor infrastruktur, komoditas, perdagangan, transportasi dan logistik, serta industri jasa lainnya yang memiliki prospek usaha cerah, terutama bagi pelaku usaha berorientasi ekspor atau pendapatan berbasis valuta asing.

Sejalan dengan kinerja pembiayaan, Bank Mega Syariah membukukan laba sebelum pajak Rp164,95 miliar hingga Agustus 2026, tumbuh 4,11 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya.

Dengan demikian, melalui forum Outlook Ekonomi Syariah ini, kata Oney, seluruh pihak berdiskusi dan memetakan peluang serta tantangan industri keuangan syariah hingga 2027, mencakup perbankan syariah, pasar modal syariah, industri halal, hingga perkembangan teknologi.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More