Comscore Tracker
SHARIA

Pelaku UMKM capai 64,19 juta, OJK Dorong Pembiayaan Badan Wakaf Mikro

Hingga Maret 2022, pembiayaan BWM capai Rp87,2 miliar.

Pelaku UMKM capai 64,19 juta, OJK Dorong Pembiayaan Badan Wakaf MikroWakil Presiden Ma'ruf Amin didampingi Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso berbincang dengan pelaku UMKM saat meresmikan Bank Wakaf Mikro (BWM) di Universitas Muhammadiyah Metro, Kota Metro, Lampung, Kamis (23/12/2021).ANTARA FOTO/Ardiansyah/wsj.

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE - Jumlah pelaku UMKM Indonesia hingga akhir tahun 2021 telah mencapai 64,19 juta. Bahkan kontribusi pelaku UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional ialah sebesar 61,97 persen. 

Menyikapi hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mendukung sepenuhnya perluasan Bank Wakaf Mikro (BWM) sebagai opsi penyediaan akses keuangan dan pemberian pendampingan kepada para pelaku UMKM. Wimboh menyebut, BWM bisa mendukung UMKM yang berada di lingkungan sekitar pondok-pondok pesantren. 

"Selain itu, kontribusi UMKM terhadap ekspor yang sebesar 15,65 persen juga memberikan ruang yang masih dapat terus ditingkatkan," kata Wimboh saat meresmikan pendirian BWM Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan di Ciracas, di Jakarta, Kamis (24/3).

Resmikan BWM pertama di Jakarta

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia K.H. Ma'ruf Amin juga turut meresmikan BWM pertama di Jakarta. 

Bertempat di Pesantren Modern Pondok Karya Pembangungan, BWM ini menggandeng Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bank DKI dalam penyaluran pembiayaan. 

Wapres dalam sambutannya juga menyampaikan, Pemerintah berkomitmen merealisasikan potensi besar pesantren secara maksimal di antaranya melalui kehadiran  BWM. Menurutnya, BWM sebagai lembaga keuangan mikro syariah merupakan bagian dari ekosistem keuangan syariah selain perbankan. 

“BWM ini salah satu ekosistem dari pengembangan keuangan syariah," kata Ma'ruf Amin. 

Wapres tekankan pengelolaan yang profesional di BWM

Selain itu, Wapres juga menekankan bahwa BWM harus dikelola secara baik dan profesional agar terjaga keberlangsungannya serta kapasitasnya dapat dikembangkan. 

Aa berharap agar pengembangan BWM dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat serta berkah bagi masyarakat di sekitarnya. 

"Eksistensi BWM tidak berhenti pada penyediaan modal bagi masyarakat kecil yang sulit mengakses lembaga keuangan formal karena berbagai syarat perbankan dan mengenai aturan-aturan. BWM ini sangat sederhana, tidak perlu agunan, tidak perlu sistem kredit yang bankable. “ kata Ma'ruf Amin.

Pembiayaan BWM capai Rp87,2 miliar

Wimboh kembali menjelaskan, sejak diluncurkan lima tahun yang lalu, saat ini telah berdiri sebanyak 62 BWM yang tersebar di 20 provinsi di seluruh Indonesia. 

Selain itu, kehadiran BWM telah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 55 ribu nasabah, dengan akumulasi penyaluran pembiayaan sampai dengan posisi 22 Maret 2022 mencapai Rp87,2 miliar. 

"Untuk itu, kami terus mendorong BWM digital menjadi wadah pembinaan bagi under-served community sehingga kelompok masyarakat tersebut memiliki literasi keuangan digital yang memadai," pungkas Wimboh.

Related Articles