TECH

StartUp Jangjo Bawa Sistem Pengolahan Sampah yang Bisa Diakses Publik

Sistem ini sudah dimanfaatkan oleh berbagai mal dan hotel.

StartUp Jangjo Bawa Sistem Pengolahan Sampah yang Bisa Diakses PublikStartup Jangjo hadirkan sistem pengolahan limbah yang dapat diakses publik (dok. Jangjo)
22 May 2024

Jakarta, FORTUNE - Sampah telah menjadi permasalahan lingkungan yang sudah berada dalam tahap mengkhawatirkan. Laporan Plastic Waste Makers Index pada 2021 menyebutkan bahwa dunia menghasilkan 139 juta metrik ton sampah per tahun. 

Di beberapa daerah, persoalan ini diperparah oleh ketidaksiapan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang memicu deretan masalah seperti kelebihan kapasitas, pencemaran tanah, air dan udara, timbulnya Limbah berbahaya, hingga mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi.

Untuk itu diperlukan pengolahan sampah yang terpadu sebelum sampah diproses ke TPA.
Menanggapi permasalahan tersebut, pada Mei 2024, Startup Jangjo memperkenalkan pengelolaan sampah Jangjo Zero Waste Integrated (JOWI) System.

JOWI System dinilai efektif untuk mendukung sistem desentralisasi pengolahan sampah di perkotaan karena membutuhkan area yang lebih sedikit dibandingkan sistem yang lama. 
Sistem ini hanya membutuhkan 3.000 m2 untuk mengelola 6.000 ton sampah campur per bulan menjadi habis, dibandingkan sistem konvensional yang membutuhkan area pengelolaan sampah seluas 10.000 m2.

JOWI mendukung penuh sirkular ekonomi, di mana semua sampah akan diproses menjadi barang bernilai, baik itu Refuse Derived Fuel (RDF) atau Solid Recovered Fuel (SRF), serta energi lainnya. 

“Kami juga menggunakan “adaptive system” di mana teknologi yang digunakan akan menyesuaikan dengan jenis sampah yang ada, dan tentunya menyesuaikan dengan perilaku masyarakat di Indonesia”, kata Co-Founder & COO Jangjo, Eki Setijadi, Co-Founder & COO Jangjo dikutip Rabu (22/5).

JOWI memiliki beberapa keunggulan, seperti compact system yang dapat menghemat penggunaan lahan hingga 70 persen, pendekatan mixed waste friendly dimana sampah yang dikumpulkan hanya membutuhkan pemisahan sederhana namun diolah secara efisien dan efektif, dan memberikan laporan hasil berbasis manfaat yang dihasilkan dari pengolahan sampah melalui impact report.

 

Mudah Diaplikasikan

Co-Founder dan Chief Executive Officer Jangjo, Joe Hansen, mengatakan, JOWI System dapat  diaplikasikan di berbagai daerah di Indonesia dan secara efektif mampu mengubah sampah menjadi material yang lebih berguna. 

Sistem ini sudah dimanfaatkan oleh berbagai mal dan hotel seperti Plaza Indonesia, FX Mall, SCBD Park, Hotel Aston Pluit, serta beberapa komplek perumahan lainnya. Jangjo terus mengajak para pemilik gedung, komplek perumahan, dan institusi pemerintah untuk menjadikan bumi lebih baik.

“Kami percaya, melalui dukungan teknologi, keseimbangan alam dan manusia dapat dicapai dengan baik,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengapresiasi langkah Jangjo yang telah berperan sangat aktif dalam  membantu pemerintah merealisasikan Peraturan Gubernur (PERGUB) Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah di Kawasan dan Perusahaan. 

“Kontribusi Jangjo ini untuk membantu tercapainya misi Indonesia Bersih Sampah 2025. Ini merupakan sebuah sinergi yang baik antara pemerintah dan pihak swasta untuk menghasilkan tata kelola sampah yang tidak hanya sebatas kuantitatif, tetapi juga kualitatif,” katanya. 

Diketahui, Jangjo merupakan perusahaan rintisan (startup) yang memiliki fokus pada solusi pengelolaan sampah sejak 2019 yang fokus menangani persoalan sampah dengan mengimplementasikan strategi dan teknik yang dirancang dengan teknologi canggih. 

Jangjo menyediakan kebutuhan yang menyeluruh untuk persampahan mulai dari edukasi, pengangkutan terpilah, pengolahan zero waste to landfill untuk sampah rumah tangga, dan pelaporan yang komprehensif termasuk dampak lingkungan.

Jangjo mendukung target pemerintah yang disampaikan melalui mandat Presiden dalam Indonesia Bersih Sampah 2025. Target pengurangan sampah sebesar 30 persen, dan penanganan sampah sebesar 70 persen 2025 diperlukan komitmen yang kuat dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, pihak swasta dan publik luas. 
 

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.