Sasar Segmen Bisnis, Intel Bawa Generasi Baru AI PC ke Indonesia

- Intel meluncurkan prosesor Intel Core Ultra Series 3 di Indonesia untuk memperluas pasar AI PC, menargetkan segmen bisnis, kreator konten, gaming, dan kebutuhan komersial perusahaan.
- Prosesor berbasis teknologi Intel 18A ini menggabungkan CPU, GPU, dan NPU guna mempercepat pemrosesan AI langsung di perangkat dengan efisiensi daya lebih tinggi serta performa grafis meningkat.
- Lebih dari 200 desain laptop global akan mengadopsi Core Ultra Series 3 hingga 2026, menandai persaingan industri PC yang makin agresif dalam menghadirkan perangkat berkemampuan AI.
Jakarta, FORTUNE - Perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS), Intel Corporation memperluas pasar komputer berbasis kecerdasan buatan (AI PC) di Indonesia melalui peluncuran laptop yang ditenagai prosesor Intel Core Ultra Series 3. Kehadiran lini prosesor terbaru ini menjadi strategi Intel untuk menangkap meningkatnya kebutuhan komputasi berbasis AI di kalangan konsumen maupun pelaku bisnis di tengah percepatan transformasi digital.
Prosesor yang sebelumnya dikenal dengan nama kode Panther Lake itu mulai tersedia di Indonesia melalui berbagai produsen global seperti ASUS, Acer, Dell Technologies, HP Inc., Lenovo, dan MSI.
Produk tersebut dipasarkan untuk menjangkau segmen produktivitas, kreator konten, gaming, hingga kebutuhan komersial perusahaan.
Country Manager Intel Indonesia, Harry K. Nugraha, mengatakan peluncuran ini mencerminkan upaya perusahaan menghadirkan teknologi komputasi yang siap mendukung gelombang inovasi AI berikutnya di Indonesia. Menurutnya, percepatan adopsi digital di Indonesia membuka peluang besar bagi pengembangan ekosistem AI PC di pasar domestik.
“Seiring meningkatnya adopsi digital dan inovasi berbasis AI di Indonesia, kami berkomitmen memberdayakan pengguna lokal dengan teknologi yang siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya dalam keterangan Rabu (29/4).
Intel menyebut Core Ultra Series 3 menjadi bagian penting dalam roadmap komputasi klien perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar AI PC global. Dibangun dengan teknologi proses Intel 18A, prosesor ini mengintegrasikan CPU, GPU, dan neural processing unit (NPU) guna mempercepat pemrosesan AI langsung di perangkat tanpa bergantung penuh pada cloud.
Kemampuan tersebut dinilai semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan aplikasi berbasis AI untuk produktivitas kerja, kolaborasi digital, hingga pembuatan konten.
Perusahaan mengklaim NPU pada prosesor ini mampu menghadirkan performa hingga 50 TOPS untuk pemrosesan AI di perangkat, sekaligus menawarkan efisiensi daya yang lebih tinggi dan peningkatan performa grafis melalui arsitektur Xe3 terbaru.
Secara global, lebih dari 200 desain laptop akan mengadopsi prosesor Intel Core Ultra Series 3 sepanjang 2026. Langkah ini menunjukkan semakin agresifnya persaingan industri PC dalam menghadirkan perangkat yang dioptimalkan untuk beban kerja AI.
















