Digital dan Green Dentistry, Dua Tren Baru Perawatan Gigi
Jakarta, FORTUNE - Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat urban terhadap kesehatan dan estetika, klinik gigi tidak lagi sekadar menawarkan layanan medis, tetapi juga menonjolkan efisiensi, pengalaman pasien, serta diferensiasi berbasis inovasi. Salah satu contohnya terlihat dari langkah Healthway Medical Group yang berbasis di Singapura mulai menekankan integrasi digital dentistry dan green dentistry sebagai strategi diferensiasi.
Pendekatan ini mencerminkan pergeseran standar layanan, dari sekadar tindakan klinis menuju kombinasi teknologi, efisiensi operasional, dan prinsip keberlanjutan yang kian relevan di pasar kesehatan modern. Dalam konteks ini, JNJ Specialist Dental Centre sebagai bagian dari jaringan tersebut membawa pendekatan serupa ke pasar Indonesia dengan membuka klinik di BSD City.
Ekspansi jaringan klinik gigi berbasis teknologi di kawasan urban pun menjadi indikator perubahan strategi industri ke arah layanan yang lebih premium. Integrasi teknologi dan praktik berkelanjutan kini tidak lagi sekadar nilai tambah, melainkan mulai menjadi standar baru dalam membangun daya saing layanan kesehatan gigi.
Max Suhardiman, Director of JNJ Specialist Dental Centre Group, mengungkapkan jaringan Healthway Medical Group ini masuk ke pasar dengan pendekatan digital dentistry dan green dentistry, dua area yang mulai menjadi standar baru di segmen premium. Selain itu, memperluas akses terhadap layanan kedokteran gigi spesialis berstandar internasional di Indonesia.
"Kami melihat BSD sebagai kawasan yang berkembang pesat dengan komunitas keluarga muda dan profesional yang memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan dan kualitas hidup. Melalui fasilitas ini, kami ingin menghadirkan perawatan yang tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga nyaman, modern, dan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (27/4).
Namun di balik ekspansi tersebut, pasar kesehatan gigi nasional masih menghadapi persoalan mendasar: ketimpangan suplai. Rasio dokter gigi di Indonesia masih relatif rendah dibanding kebutuhan populasi, dengan distribusi yang terkonsentrasi di kota besar. Di sisi lain, ketersediaan dokter gigi spesialis juga terbatas, menjadikan layanan berbasis keahlian tinggi sebagai segmen yang masih terbuka lebar, sekaligus kompetitif.
Kondisi ini menciptakan dua dinamika sekaligus. Di satu sisi, terdapat peluang besar bagi pemain swasta untuk mengisi celah pasar. Di sisi lain, kompetisi di kota-kota besar bergeser dari sekadar ketersediaan layanan menjadi adu kualitas teknologi dan pengalaman pasien. Di sinilah digitalisasi menjadi kunci. Klinik seperti JNJ mulai mengintegrasikan pemindaian digital, pencitraan 3D, hingga sistem perencanaan berbasis data dalam proses diagnosis dan perawatan.
Dr. drg. Jeddy Sp.KGA, Founder and Medical Director of JNJ Specialist Dental Centre, mengatakan pihaknya mengintegrasikan sistem digital sejak awal perjalanan pasien, mulai dari perekaman data, pencitraan radiologi 2D dan 3D, pemindaian rongga mulut dan wajah, hingga dokumentasi intraoral beresolusi tinggi untuk memastikan diagnosis yang komprehensif serta komunikasi yang lebih baik dengan pasien.
"Seluruh proses ini menjadi dasar perawatan yang lebih presisi, didukung teknologi terkini seperti mikroskop, laser, hingga konsep one-day dentistry yang memungkinkan pembuatan crown gigi dalam satu kali kunjungan, bahkan hitungan jam," kataya.
Di lain sisi, segmen perawatan lanjutan seperti clear aligner Invisalign dan advanced implant dentistry juga mulai dibidik seiring besarnya potensi pasar bernilai tinggi. Secara global, pasar clear aligner tercatat bernilai sekitar US$4,8 miliar pada 2024 dan diproyeksikan meningkat dari US$5,2 miliar pada 2025 menjadi US$10,1 miliar pada 2034, mencerminkan pertumbuhan yang konsisten dalam dekade mendatang. Struktur pasarnya pun relatif terkonsentrasi dan didominasi satu pemain utama, menjadikannya segmen dengan karakter high-margin berbasis ekosistem digital.
Sementara itu, pasar implan gigi memiliki skala lebih besar tapi cenderung terfragmentasi, dengan persaingan bertumpu pada keunggulan klinis, teknologi, serta reputasi brand global. Dalam konteks industri, kedua segmen ini mencerminkan pergeseran model bisnis layanan kesehatan gigi—dari layanan dasar menuju perawatan berbasis teknologi dengan nilai ekonomi lebih tinggi per pasien. Tren ini sejalan dengan meningkatnya permintaan terhadap solusi estetika, presisi, serta efisiensi waktu, terutama di kalangan pasien urban.
Pendekatan tersebut memperkuat arah transformasi kedokteran gigi yang semakin mengedepankan digitalisasi dan keberlanjutan. "Ini bagian dari komitmen kami terhadap clinical excellence, sejalan dengan arah kedokteran gigi yang semakin digital dan berkelanjutan melalui pendekatan green dentistry," katanya.
Pendekatan ini menunjukkan perubahan model bisnis klinik gigi: dari layanan berbasis kunjungan berulang menjadi layanan cepat dengan nilai tambah tinggi. Konsep seperti one-day dentistry tidak hanya meningkatkan kenyamanan pasien, tetapi juga mempercepat perputaran layanan serta faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan margin.
Selain teknologi, aspek keberlanjutan mulai masuk dalam pertimbangan bisnis. Praktik green dentistry, mulai dari pengurangan material sekali pakai hingga pengelolaan limbah medis, menjadi bagian dari positioning, terutama untuk segmen konsumen yang semakin sadar lingkungan.
Edita Rianti, Sustainable Lifestyle & Conscious Living Advocate, mengatakan kini masyarakat melihat perubahan cara pandang masyarakat terhadap sustainability. "Bukan hanya soal gaya hidup, tetapi juga bagaimana kita memilih layanan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, termasuk dalam sektor kesehatan. Gaya hidup berkelanjutan dimulai dari pilihan yang kita buat setiap hari, termasuk dalam cara kita merawat kesehatan," ujarnya.
Perubahan preferensi ini ikut membentuk strategi pemasaran dan layanan. Rachma Nadya, Head of Marketing of JNJ Specialist Dental Centre, mengatakan, ada perubahan cara pandang keluarga modern terhadap kesehatan. "Mereka tidak hanya mencari perawatan yang berkualitas, tetapi juga layanan yang dijalankan secara lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Green dentistry dan digital dentistry dapat menjadi standar baru perawatan gigi yang lebih modern, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat," katanya.
Di level operasional, diferensiasi juga terlihat dari desain pengalaman pasien. Klinik ini mengembangkan konsep patient journey terintegrasi, mulai dari edukasi interaktif hingga layanan VIP dan fasilitas keluarga. Pendekatan ini menegaskan bahwa dalam industri kesehatan modern, pengalaman menjadi bagian dari proposisi nilai, tak hanya jadi pelengkap. Menurutnya, sengan pengalaman lebih dari dua dekade, JNJ memperkuat posisinya melalui berbagai pencapaian, termasuk status sebagai penyedia Invisalign tingkat tertinggi dari Align Technology serta pengakuan dalam layanan implan dari Straumann. Namun, di tengah ekspansi dan adopsi teknologi, tantangan utama tetap pada bagaimana model layanan ini dapat diperluas tanpa kehilangan efisiensi dan aksesibilitas.
Ke depan, industri kesehatan gigi Indonesia diperkirakan akan bergerak ke arah yang semakin terfragmentasi: layanan dasar untuk pasar massal, dan layanan premium berbasis teknologi untuk segmen atas. Klinik yang mampu menggabungkan keduanya, efisiensi operasional dan pengalaman pasien, berpeluang menjadi pemenang dalam lanskap yang kian kompetitif.


















