Comscore Tracker
TECH

Pasar Melorot, Restoran Ini Tak Lagi Terima Pembayaran Via Aset Kripto

Pelanggan condong bayar makanan via dolar AS.

Pasar Melorot, Restoran Ini Tak Lagi Terima Pembayaran Via Aset KriptoIlustrasi Restoran Terima Pembayaran Via Aset Kripto. Shutterstock/wee dezign

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Restoran Bored & Hungry belum lama membanggakan diri karena menyediakan pembayaran via aset kripto untuk para pelanggannya. Namun kedai yang lekat dengan aset yang tidak dapat dipertukarkan (non-fungible token/NFT) Bored Ape Yacht Club itu baru-baru ini telah menyetop opsi pembayaran tersebut.

Kasus restoran burger di California Amerika Serikat (AS) ini dianggap sebagai ironi, menurut laman thegamer yang mengutip The Los Angeles Times, Senin (27/6). Sebab, restoran buger ini sempat mengeklaim sebagai tempat makan pertama yang menerima mata uang digital.

Meski demikian, itu tak lagi menjadi tren sekarang. Saat ditanya oleh media, seorang karyawan Bored & Hungry mengaku tak tahu kapan restorannya mulai memberhentikan layanan pembayaran melalui aset kripto.

Pegawai tersebut juga tidak memberikan informasi mengenai kapan keputusan penyetopan tersebut dibuat. Dia tidak mengetahui pula apakah restorannya dengan pembayaran via aset kripto menerima imbal hasil (return).

Kasus restoran Bored & Hungry ini terjadi ditengarai karena kejatuhan pasar kripto belakangan ini, menurut laman Hypebeast. Harga Bitcoin sempat jatuh di bawah US$20 ribu dan Ethereum hanya berkisar US$1.200.

Dikutip dari coinmarketcap, saat artikel ini ditulis, kapitalisasi pasar aset kripto secara kesuruhan hanya mencapai Rp14.062 triliun. Padahal, pada awal tahun (year-to-date/ytd) market cap aset kripto masih Rp32.404 triliun.

Tak diminati

Bored & Hungry memulai operasionalnya pada April 2022, menurut laman cointelegraph. Saat itu, seorang pekerja menyebut mayoritas pelanggannya tampak tak peduli dengan opsi pembayaran aset kripto. Dia bahkan menyatakan konsumen secara umum acuh tak acuh terhadap “kesetiaan restoran terhadap tujuan aset kripto”.

“Ya, Ethereum adalah mata uang yang dapat ditukar NFT dan sejenisnya, tetapi untuk membeli makanan, mungkin tidak,” kata Marc Coloma, seorang pengunjung sekaligus investor aset kripto, seperti dikutip dari The Los Angeles Times. “Orang-orang ingin mempertahankan Ethereum mereka. Mereka tidak akan mau menggunakannya.”

Semula, restoran tersebut menyediakan opsi pembayaran via aset kripto maupun dolar AS. Namun, sejumlah pelanggan menunjukan minat yang sangat minim terhadap aset digital. Jumlah pelanggan yang condong membayar via dolar AS ketimbang aset kripto juga tak sedikit.

The Los Angeles Times masih belum mendapatkan konfirmasi dari Andy Nguyen, sang pemilik Bored & Hungry, atas keputusan penyetopan pembayaran melalui aset kripto tersebut.

Restoran yang terletak di Long Beach California itu mengusung desain NFT Bored Ape Yacht Club, mulai dari dinding interior, bahkan sampai kemasan makanan. Sang pemilik dilaporkan menebus aset digital itu dengan harga US$267 ribu atau lebih dari Rp3,9 miliar.

Bored Ape Yacht Club (BAYC) merupakan komunitas NFT yang anggotanya tidak lebih dari 10 ribu. Sejumlah pesohor seperti Justin Bieber, Eminem, pembawa acara Jimmy Fallon, hingga Snoop Dogg tercatat sebagai pemilik aset digital tersebut.

Related Articles