Comscore Tracker
TECH

Perkuat Infrastruktur Digital, Telkom Mau Bangun Satelit Rp3,8 Triliun

Pengadaan satelit ditargetkan rampung pada 2024.

Perkuat Infrastruktur Digital, Telkom Mau Bangun Satelit Rp3,8 TriliunIlustrasi satelit. Shutterstock/Andrey Armyagov

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berencana memperkuat bisnis satelitnya dengan menyatakan niat untuk membangun satelit dengan nilai total Rp3,8 triliun.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/4), Telkom menyatakan pembangunan satelit tersebut akan dilaksanakan oleh PT Telkom Satelit Indonesia atau Telkomsat, anak usaha yang bergerak di bidang penyediaan layanan satelit end-to-end.

Telkom berencana memberikan pinjaman pemegang saham (shareholder Ioan) kepada Telkomsat sebagai fasilitas pendanaan untuk rencana investasi pembangunan Satelit HTS (high through-put satellite).

Pendanaan tersebut akan dilakukan lewat suntikan modal kepada Telkomsat sebesar 50 persen dan pinjaman 50 persen. Khusus skema pinjaman, sebagiannya berasal dari pemegang saham dan sebagian lainnya dari pihak ketiga.

“Dari total kebutuhan (Rp3,8 triliun), sekitar Rp1,2 triliun direncanakan dalam bentuk shareholder loan dari Telkom dengan pembayaran bertahap disesuaikan dengan termin pembayaran kepada mitra kontraktor satelit,” demikian pernyataan VP Investor Relations Telkom, Andi Setiawan, dikutip Rabu (6/4).

Telkom memberikan pinjaman pemegang saham kepada Telkomsat antara lain pada November dan Desember 2021 serta Maret tahun ini, dengan jumlah total Rp750 miliar, kata Andi. Dia menambahkan pemberian shareholder loan tahap selanjutnya akan disesuaikan dengan progres pembangunan satelit.

Situs resmi Telkomsat memuat informasi tentang tawaran solusi telekomunikasi untuk perusahaan di sejumlah sektor, di antaranya: enterprise, penerbangan, maritim, telekomunikasi, minyak dan gas (migas), sumber daya alam, dan care center.

Tujuan pengadaan satelit

Masa pembangunan dan peluncuran satelit ini diperkirakan memakan waktu hingga tiga tahun. Diharapkan satelit dapat mulai beroperasi pada 2024.

Pengadaan satelit ditujukan untuk menambah kapasitas satelit nasional berbasis teknologi HTS serta melengkapi portofolio Telkom Group. Ini agar infrastruktur konektivitas digital sejalan dengan kebutuhan pasar satelit yang masih akan tinggi di masa mendatang.

“Investasi pembangunan satelit ini diharapkan akan memperkuat kepemimpinan Telkomsat dalam industri satelit dan meningkatkan dominasi dan market share Telkomsat di bisnis satelit di Indonesia,” ujarnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, sempat mengatakan pemerintah mengupayakan transformasi digital salah satunya melalui Telkom. BUMN operator telekomunikasi tersebut tengah mengembangkan sejumlah hal, seperti data center, cloud, jaringan fiber optik, serta jaringan 5G.

“Transformasi yang dilakukan Telkom sudah terlihat. Bagaimana Telkom sekarang lebih fokus kepada business-to-business,” kata Erick dalam konferensi pers secara daring, Kamis (10/3). “Kalau kita lihat infrastruktur sudah mulai digulirkan. Ini menjadi bagian penting buat pertumbuhan ekonomi digital ke depan.”

Related Articles