Jakarta, FORTUNE - Emiten teknologi, PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) memperkuat strategi bisnis keamanan siber dan kecerdasan buatan (AI) melalui pengembangan talenta lokal serta inovasi solusi keamanan digital berbasis AI. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem digital nasional di tengah meningkatnya ancaman siber dan kebutuhan industri terhadap sistem keamanan yang semakin adaptif.
President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher mengatakan, penguatan talenta dan teknologi adalah dua fondasi utama dalam membangun ketahanan digital Indonesia dalam jangka panjang. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui pembentukan Cyber Talent Indonesia Scholarship Program.
Sebagai bagian Cyber Talent Indonesia Scholarship Program, ITSEC Asia memberikan dukungan perangkat kerja guna menunjang aktivitas riset dan pengembangan kemampuan teknis kepada Firoos Ghathfaan Ramadhan, pelajar berusia 14 tahun asal Subang yang berhasil menemukan kerentanan keamanan pada platform global.
Patrick mengatakan tantangan industri saat ini tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia.
“Kita sering bicara soal ancaman siber, tapi jarang membahas kesiapan talenta. Faktanya, talenta muda Indonesia sudah mampu bersaing di level global. Yang belum kita bangun secara serius adalah ekosistem yang mendukung mereka untuk terus berkembang,” ujar Patrick di Jakarta, Rabu (20/5).
Menurutnya, pengembangan ekosistem talenta siber menjadi kebutuhan strategis seiring meningkatnya transformasi digital di berbagai sektor industri. Melalui anak usahanya, ITSEC Cyber & AI Academy, perusahaan berupaya menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dengan kesiapan tenaga kerja di bidang keamanan siber dan AI.
Di saat yang sama, ITSEC Asia juga memperkenalkan pengembangan solusi keamanan digital berbasis AI untuk memperkuat sistem pertahanan siber yang lebih otonom dan adaptif. Strategi ini menjadi bagian dari fokus perusahaan dalam memperluas kapabilitas keamanan siber berbasis AI sekaligus memperkuat posisi bisnis di sektor teknologi keamanan digital.
Perusahaan turut mengembangkan IntelliBroń Aman versi Enterprise dan School guna menjawab kebutuhan perlindungan digital di sektor bisnis dan pendidikan. Hingga kini, solusi tersebut telah diunduh lebih dari 200 ribu kali dan menjadi salah satu produk andalan ITSEC Asia dalam memperluas penetrasi pasar keamanan digital domestik.
Bagi perusahaan, pengembangan teknologi AI dan penguatan talenta lokal merupakan investasi jangka panjang untuk membangun ketahanan digital nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di era ekonomi digital.
“Kami percaya masa depan keamanan siber dan AI Indonesia akan sangat ditentukan oleh talenta-talenta muda hari ini. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang mendapatkan ruang untuk berkembang, berinovasi dan berkontribusi bagi ketahanan digital nasional,” kata Patrick.
