Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dok. ZTE
  • ZTE meluncurkan ZXEDC M8000 di Data Center World Asia Singapura, solusi pusat data modular untuk menopang komputasi AI berdensitas tinggi melalui pendinginan udara-cairan dan distribusi daya 800V HVDC.
  • M8000 mendukung daya rak 20-60 kW dengan puncak 250 kW, menggabungkan komponen prafabrikasi serta memungkinkan penggunaan server umum dan AI dalam lingkungan yang sama.
  • ZTE mengklaim M8000 dapat mencapai PUE 1,15, efisiensi daya 98 persen, dan pengurangan energi pendinginan lebih dari 10 persen; 345 unit telah beroperasi di proyek China.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (AI) mendorong pengelola pusat data meningkatkan kapasitas infrastruktur, terutama pada sistem kelistrikan dan pendinginan server. Merespons kebutuhan tersebut, ZTE Corporation meluncurkan solusi pusat data modular terintegrasi, ZXEDC M8000 Intelligent Computing Micro-Module, yang dirancang untuk mendukung operasional pusat data AI berdensitas tinggi.

ZTE memperkenalkan produk tersebut dalam ajang Data Center World Asia di Singapura pada 22 Oktober 2026. Solusi ini mengintegrasikan teknologi pendingin udara dan cairan (air-liquid cooling), serta distribusi daya arus searah tegangan tinggi 800V atau high-voltage direct current (HVDC).

Peluncuran M8000 mencerminkan kebutuhan baru dalam pembangunan infrastruktur pusat data. Peningkatan kepadatan komputasi AI membuat konsumsi daya dan panas yang dihasilkan server semakin besar. Kondisi tersebut menuntut sistem pendinginan dan distribusi listrik yang mampu menangani beban lebih tinggi tanpa meningkatkan konsumsi energi secara berlebihan.

Dalam keynote speech bertajuk From Data Center to AI Factory, TCO-Optimized AIDC di DCW Keynote Theatre, Direktur ZTE CTO Group David AN, menjelaskan transformasi pusat data akibat pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, fasilitas pusat data konvensional kini bergerak menuju konsep pabrik AI terintegrasi. Perubahan tersebut menuntut industri mengoptimalkan keseluruhan siklus operasional pabrik AI, bukan hanya meningkatkan kinerja masing-masing komponen, demi menjaga efisiensi biaya kepemilikan secara menyeluruh atau total cost of ownership (TCO) dalam jangka panjang.

Dalam paparannya, AN mengawali pembahasan dengan menggambarkan peningkatan kebutuhan komputasi global. Aktivitas inferensi kini berkontribusi terhadap 70 persen pertumbuhan komputasi cerdas. Sementara itu, volume penggunaan token harian di seluruh dunia tercatat melonjak hingga 1.000 kali lipat dalam kurun dua tahun.

Ia juga memaparkan proyeksi kapasitas pusat data global yang diperkirakan mencapai 246 GW pada 2032. Dari total kapasitas tersebut, pusat data AI (AI Data Center/AIDC) diprediksi mengambil porsi sebesar 52 persen. Peningkatan kebutuhan komputasi ini turut menambah tekanan terhadap infrastruktur pusat data, terutama pada pasokan listrik, sistem pendinginan, arsitektur, dan proses pembangunan fasilitas.

“AI mendorong arsitektur pusat data tradisional hingga batasnya,” kata David AN, dalam keterangan pers pada Senin (2/11).

“Industri harus merestrukturisasi sistem daya untuk secara dinamis menyesuaikan dengan permintaan beban, mengurangi kerugian transmisi, dan memikirkan kembali bagaimana komputasi, daya, dan pendinginan bekerja bersama," katanya, menambahkan.

ZTE menyebut M8000 menggabungkan sejumlah komponen pusat data dalam satu modul prafabrikasi. Komponen tersebut mencakup lorong dingin tertutup, rak berpendingin cair, rak jaringan, unit distribusi cairan pendingin (Cooling Distribution Unit/CDU), perpipaan sekunder, sistem HVDC, busbar pintar, hingga sistem pemantauan dan proteksi kebakaran.

Arsitektur tersebut memungkinkan pelanggan mengoperasikan server komputasi umum dan server AI dalam satu lingkungan. Sistemnya juga dirancang agar kapasitas dapat ditingkatkan secara bertahap, termasuk melalui peralihan dari pendingin udara ke pendingin cair di lokasi operasional.

Dari sisi kapasitas, M8000 mendukung kebutuhan daya rak pada kisaran 20 kW hingga 60 kW. Kapasitas puncaknya diklaim dapat mencapai 250 kW per rak. Desain rak yang terpisah dari kerangka utama juga memungkinkan penggunaan rak berukuran standar maupun dimensi khusus.

Selain kapasitas komputasi, efisiensi energi menjadi salah satu aspek yang ditawarkan ZTE melalui M8000. Sistem ini menggabungkan pendinginan udara dan cairan yang proporsinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional.

ZTE mengklaim pemanfaatan teknologi free cooling atau pendinginan dengan memanfaatkan suhu lingkungan dapat menekan nilai power usage effectiveness (PUE) hingga 1,15 di seluruh wilayah pengoperasian. PUE merupakan indikator efisiensi energi pusat data yang membandingkan total konsumsi energi fasilitas dengan energi yang digunakan perangkat teknologi informasi. Semakin mendekati angka 1, semakin efisien penggunaan energi fasilitas tersebut.

Pada sistem kelistrikan, kombinasi 800V HVDC dan busbar pintar diklaim menghasilkan efisiensi daya hingga 98 persen. Sementara itu, algoritma AI digunakan untuk mengatur sistem pendingin udara dan cairan sekaligus mengelola daya serta suhu secara otomatis. Menurut ZTE, optimalisasi tersebut dapat mengurangi konsumsi energi untuk pendinginan lebih dari 10 persen.

M8000 juga dilengkapi platform manajemen iDCIM untuk memantau sistem kelistrikan dan pendinginan secara terintegrasi. Dari sisi keamanan, ZTE menyatakan produk ini menjadi solusi pertama di industri yang memperoleh sertifikasi perlindungan kebocoran sistem dari UL. Sistem tersebut mencakup komponen CDU, rak, server, dan switch jaringan yang menggunakan pendingin cair, serta dilengkapi sensor pendeteksi kebocoran dan pengisian cairan otomatis.

ZTE turut memaparkan penerapan M8000 dalam proyek pusat komputasi milik sebuah perusahaan internet besar di kawasan Delta Sungai Yangtze, China. Pada 2025, perusahaan mengklaim memenangkan tender pengadaan 666 modul IT untuk proyek tersebut. Hingga pengumuman peluncuran, sebanyak 345 unit M8000 IT POD disebut telah beroperasi.

Dalam proyek itu, ZTE menggunakan arsitektur rak satu baris yang dipadukan dengan dinding pemisah aliran udara. Modul diproduksi terlebih dahulu di pabrik dan dikirim menggunakan sistem skid-mounted agar proses pengangkatan serta pemasangan di lokasi lebih praktis.

Perusahaan mengklaim waktu yang dibutuhkan sejak penerbitan pesanan pembelian (purchase order/PO) hingga unit tiba di lokasi hanya sekitar satu bulan. Model prafabrikasi ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan klaster komputasi AI dalam skala besar.

ZTE menyatakan M8000 dirancang untuk mendukung peningkatan perangkat keras teknologi informasi hingga tiga generasi tanpa perlu melakukan renovasi infrastruktur secara menyeluruh. Perusahaan membidik pelanggan pusat data di kawasan Asia Pasifik dan pasar global yang membutuhkan kapasitas komputasi AI berdensitas tinggi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article