PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berencana memangkas struktur keseluruhan anak perusahaan dari 60 menjadi 14 anak usaha. Langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi perusahaan untuk memperkuat fokus bisnis dan meningkatkan pengelolaan aset.
Melalui penataan portofolio bisnis, Telkom mengevaluasi sejumlah anak usaha, termasuk kepemilikan minoritas yang dinilai kurang memberikan nilai tambah strategis.
Program perampingan ini menjadi salah satu pilar transformasi jangka menengah Telkom menuju visi TLKM30 atau Telkom 2030. Dalam strategi tersebut, perusahaan berfokus pada streamlining atau perampingan struktur.
Untuk mewujudkan target tersebut, Telkom akan menata sekitar 50 anak usaha melalui berbagai aksi korporasi, seperti merger, transfer kepemilikan, divestasi, hingga penutupan entitas tertentu. Unit usaha yang memiliki fungsi tumpang tindih atau tidak lagi sejalan dengan arah bisnis perusahaan akan disesuaikan.
Langkah perampingan dilakukan dengan menggabungkan unit usaha yang tumpang tindih, melepas entitas yang tidak terkait langsung, dan fokus kembali ke bisnis inti. Telkom sendiri menargetkan proses perampingan tuntas paling lambat akhir 2027.
Berapa jumlah anak perusahaan Telkom? | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memiliki 12 anak perusahaan. |
Mitratel apakah anak perusahaan Telkom? | Ya, Mitratel (PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk) adalah anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi. |
Apa saja anak perusahaan utama Telkom Indonesia? | Telkom Indonesia memiliki banyak portofolio anak usaha di berbagai sektor, mulai dari Telkomsel, Telkomsigma, hingga Telkom Property dan PINS. |
Apakah Telkomsel dan Telkom Indonesia adalah perusahaan yang sama? | Tidak sama. Kedua perusahaan tersebut memiliki hubungan induk dan anak usaha. |