Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Batavia Jajaki Kerja Sama DPLK dengan 3 Klien Institusi
Konferensi pers hasil penilaian manajer investasi dan reksa dana Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Rabu (21/10). (Dok. Batavia)
  • Batavia menjajaki kerja sama DPLK dengan sedikitnya tiga calon klien institusi hingga akhir 2026, setelah mendirikan lini bisnis tersebut pada 15 September 2026 dan memperoleh satu klien.
  • Pada tahun pertama, Batavia menargetkan dana kelolaan DPLK di bawah Rp100 miliar karena proses mandat klien memerlukan 6 bulan hingga 3 tahun; target berikutnya akan lebih agresif.
  • Per akhir September 2026, AUM Batavia mencapai Rp56,4 triliun, naik 14,3 persen secara tahunan, didorong pertumbuhan reksa dana meski AUM industri reksa dana mengalami kontraksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia) tengah menjajaki peluang kerja sama bisnis Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dengan setidaknya 3 calon klien institusi sampai akhir 2026.

Presiden Direktur Batavia, Lilis Setiadi, mengatakan, Batavia telah mendirikan lini bisnis DPLK per 15 September 2026. Setelah tahapan itu, perusahaan telah memiliki satu klien institusi, walaupun belum bisa mengungkapkan detailnya.

"Di dalam perusahaan [klien institusi itu] nanti banyak karyawannya. Jadi entah ada yang 100, ada yang 1.000, dan sebagainya. Itu [nantinya] baru akan menjadi rekening-rekening DPLK. Karena ini semua masih work in progress, belum bisa kami pastikan angkanya berapa," kata Lilis kepada media di Jakarta, dikutip Kamis (22/10).

Pada tahun pertama operasional DPLK, Batavia menargetkan dana kelolaan senilai di bawah Rp100 miliar. Salah satu alasan di balik target tersebut adalah pengembangan bisnis DPLK yang butuh waktu lebih panjang dibandingkan dengan investasi reksa dana.

Akibatnya, pengambilan keputusan pemberian mandat dari klien ke Batavia memerlukan waktu berkisar antara 6 bulan sampai 3 tahun. Sementara itu, dana baru bisa dikelola jika mandat sudah resmi ditetapkan.

Namun, sejalan dengan proyeksi meningkatnya penetrasi klien di lini bisnis itu pada tahun-tahun setelahnya, target dana kelolaan itu akan berkembang bertahap.

"Sesudahnya kami akan mempunyai target yang lebih agresif," ujar Lilis.

Batavia sendiri sudah memenuhi persyaratan mendirikan DPLK sesuai dengan POJK Nomor 35 Tahun 2024. Pendirian DPLK dinilai sebagai peluang bisnis baru sekaligus upaya mengoptimalisasi kapasitas, kemampuan, dan pengalaman perusahaan selama 3 dekade di bidang pengelolaan investasi.

Produk-produk yang akan ditawarkan akan bergantung pada program DPLK yang dipilih. Beberapa di antaranya adalah reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, atau kombinasi.

Per akhir September 2026, total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) Batavia mencapai Rp56,4 triliun, tumbuh 14,3 persen dibandingkan akhir 2025. Pertumbuhan itu ditopang oleh AUM reksa dana yang meningkat 23,9 persen, dari Rp38,3 triliun menjadi Rp47,4 triliun.

Kinerja positif itu tercatat di tengah kontraksi AUM industri Reksa Dana sebesar 5,6 persen, dari Rp679,2 triliun menjadi Rp641,1 triliun pada periode yang sama.

Dari sisi penambahan produk dan layanan baru, Batavia berhasil menerbitkan 8 (delapan) buah reksa dana baru terdiri dari 7 reksa dana onshore dan 1 buah reksa dana sharia offshore, serta 1 kontrak baru pengelolaan dana nasabah individual.

Curated For You

Editorial Team

Related Article