BUSINESS

Archipelago International Jadikan Keberlanjutan Bagian Penting Bisnis

Investasi keberlanjutan hanya mahal di awal saja.

Archipelago International Jadikan Keberlanjutan Bagian Penting BisnisAston Sentul Lake Resort. (dok. Archipelago)
23 April 2024

Jakarta, FORTUNE – Perusahaan akomodasi global, Archipelago International menerapkan prinsip Keberlanjutan sebagai strategi penting dari rencana Bisnis (business plan), sejak pertama berdiri pada lebih dari 20 tahun lalu.

CEO Archipelago International, John M. Flood, mengatakan bahwa rencana bisnis perusahaan yang terbesar salah satunya menjadikan jaringan hotelnya memiliki konsep berkelanjutan di Indonesia. “Semua jenama hotel yang kami bangun, mulai dari yang bintang dua sampai lima, menerapkan konsep keberlanjutan di dalamnya, seperti pada arsitektur, konservasi energi, sampai pemanfaatan air seefisien mungkin,” ujarnya dalam peluncuruan tiket Green, Senin (22/4).

Misalnya, praktek berkesinambungan terkait konsep keberlanjutan ada pada pembuatan bangunan dengan bukaan jendela yang cukup untuk menghemat penggunaan pendingin ruangan (AC), atau pengaturan tekanan air pada shower sebesar 2 bar, yang tidak terlalu sedikit tapi tidak terlalu boros juga.

“Selain itu, banyak akomodasi kami menggunakan material dari Indonesia, mulai dari kayu, lantai, vendor interior, dan sebanyak mungkin bekerja sama dengan komunitas lokal. Dengan begitu, kami akan mengurangi jejak karbon yang berpotensi dihasilkan selama proses distribusi. Kami juga seminimal mungkin menggunakan plastik dan memanfaatkan lampu LED sebagai penerangan,” kata Flood.

Salah satu isu utama yang jadi fokus keberlanjutan Archipelago, menurutnya dalam hal konservasi air bekas pakai, yang disebut grey water (biasanya bekas mandi, bukan black water yang dari toilet).

“Air hasil recycle ini biasanya digunakan kembali untuk berbagai kebutuhan, seperti menyiram tanaman,” ujarnya. “Kami juga tidak menggunakan klorin untuk kolam renang dan memastikan sabun yang digunakan para tamu benar-benar aman bagi air, untuk memudahkan proses daur ulang air.”

Komunitas lokal

CEO Archipelago International, John M. Flood.
CEO Archipelago International, John M. Flood. (dok. Archipelago)

Archipelag juga menurutnya berupaya memaksimalkan keterlibatan warga lokal di manapun lokasi hotel berada. Sekitar 95 persen karyawan di hotel-hotel Archipelago adalah warga lokal dan kini perusahaan sendiri sudah mempekerjakan sekitar 20.000 pekerja yang memang warga negara Indonesia.

“Dalam 15 tahun terakhir kami tidak pernah mengembangan staf asing, alih-alih talenta lokal yang tersedia,” ujar Flood.

Dengan bekerja sama dengan komunitas lokal, dapat menjadikan hotel sebagai pusat dari kegiatan komunitas di sekitar hotel. “Banyak aspek yang kami pertimbangkan untuk bisa memastikan perusahaan bisa beroperasi secara berkelanjutan,” katanya. “Jadi hotel-hotel kami fokus pada keberlanjutan, lingkungan, konservasi, bekerja dengan komunitas, dan berbagai tanggung jawab lainnya.”

Di Indonesia Archipelago sudah menanungi berbagai jenama hotel, mulai dari Aston, Fave Hotel, Neo Hotel, Alana, Harper, Nomad Hostel, dengan lebih dari 350 properti yang tersebar di banyak negara pada kawasan Asia, Karibia, Timur Tengah, sampai Oceania.

Investasi dan efisiensi

Kamar di Aston Anyer.
Kamar di Aston Anyer. (dok. Archipelago)

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.