BUSINESS

Asosiasi Sebut Industri Rokok Elektrik Bisa Jadi Unggulan Baru

Pengawasan harus ketat, tapi tidak ada negara yang melarang.

Asosiasi Sebut Industri Rokok Elektrik Bisa Jadi Unggulan BaruIlustrasi rokok elektrik. (Pixabay/Counselling)
26 May 2023

Jakarta, FORTUNE – Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) menyebut industri rokok elektrik sangat berpotensi untuk menjadi unggulan baru di Indonesia. Terlebih, ada enam juta pengguna rokok elektrik di Indonesia, bahkan membuka 200 ribu lapangan kerja baru.

“Industrinya sampai sekarang berkembang, dan juga berdampingan sama petani tembakau,” kata Ketua Umum APVI, Aryo Andrianto, seperti dikutip Antaranews, Kamis (25/5).

Bahan rokok elektrik (vape), 50 persen menggunakan tembakau lokal. Dia pun mendalami berbagai riset agar tembakau lokal bisa diguanakn 100 persen. “Kami berharap pemerintah dan legislatif untuk bisa dapat dukungan dan bersama-sama membangun industri ini,” ujarnya.

Tidak dilarang

Ilustrasi pabrik rokok elektrik.
Ilustrasi pabrik rokok elektrik. (Pixabay/Axevaper)

Menurutnya, industri vape sejak 10 tahun lalu di Indonesia, namun baru mendapat perhatian pada 2017, sampai akhirnya cukai mulai diberlakukan pada 2018. “Rokok elektrik Vape ini memang tidak bisa dibilang tanpa resiko. Namun menurut riset di Inggris, New Zealand sudah membuat statement bahwa 95 persen lebih sehat,” katanya.

Menurutnya, tidak ada negara di dunia yang melarang penggunaan rokok elektrik. Bahkan, sejumlah negara yang tadinya melakukan pembatasan ketat, kini justru membuka diri dengan pembaharuan regulasi.

Untuk itu, dibutuhkan regulasi mengatur industri rokok elektrik lebih rinci. Dia berharap pemerintah, termasuk DPR, mendengarkan aspirasi masyarakat, khususnya para pelaku industri rokok elektrik. “Kami juga bikin namanya stop vape ilegal, termasuk pemberantasan untuk pengaduan-pengaduan nantinya adanya yang tentang narkoba, tentang yang ilegal, tanpa cukai semua kita kita lakukan,” ujarnya.

Waspada

Perkebunan Tembakau
Wikivoyage

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.