Comscore Tracker
BUSINESS

Kemenparekraf Tingkatkan Kapasitas UMKM di DPSP Danau Toba

UMKM harus lebih berdaya saing dalam industri pariwisata.

Kemenparekraf Tingkatkan Kapasitas UMKM di DPSP Danau TobaDestinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba. (Commons.wikimedia)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Barekraf) mendorong peningkatan kapasitas (upskilling) para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di sekitar kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Barekraf, Henky Manurung, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan agar para pelaku UMKM siap saat menghadapi pihak hotel dalam acara temu bisnis pada Juli mendatang. “Target kita bersama tidak mau lagi hanya ketemu, tapi ada indikasi ketertarikan dari pihak hotel,” katanya seperti dikutip dari laman Kemenparekraf, Rabu (15/6).

Henky menjelaskan, upskilling diperlukan untuk meningkatkan daya saing UMKM–subsektor kriya, kuliner, dan fesyen–di hadapan industri pariwisata, khususnya perhotelan. Kegiatan ini terselenggara dengan bekerja sama dengan sejumlah lembaga terkemuka, seperti Pertamina, Telkom, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Fokus kegiatan upskilling

Kegiatan upskilling bagi para pelaku UMKM di kawasan DPSP Danau Toba.

Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf/Barekraf, Anggara Hayun Anujuprana, menguraikan kegiatan upskilling berfokus pada beberapa hal, yakni branding, komunikasi, Teknik negosiasi, dan penerapan strategi harga para pelaku UMKM. “Tujuannya agar pelaku UMKM pada saat bertemu dengan hotel sudah siap untuk melakukan temu bisnis, sehingga bisa mendatangkan kerja sama rantai pasok," katanya.

Kegiatan ini, tidak hanya berisi tentang teori semata, tapi juga implementasi nyata yang diajarkan langsung oleh para narasumber praktisi ahli di bidang UMKM. “Dari Telkom akan mengajarkan strategi pricing. Misalkan, sandal saudara harganya Rp15.000, namun pihak hotel bisanya kasih harga Rp6.000, nah ini akan diajarkan bagaimana caranya untuk (menerapkan) strategi pricing,” ujarnya.

Dukungan dari Pertamina

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Barekraf, Henky Manurung, bersama para pihak yang mendukung upskilling UMKM di Danau Toba.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) mengungkapkan bahwa pihaknya akan berkomitmen untuk membinan UMKM, supaya usahanya bertumbuh dan mandiri secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan melalui program pendanaan UMK, dengan harapan para pelaku UMKM bisa berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.

“Pertamina memberikan fasilitas pembinaan UMKM Naik Kelas dengan roadmap program Go Modern, Go Digital, Go Online dan Go Global berupa UMKM Academy, sertifikasi maupun perizinan, pop-up market, e-learning, publikasi, e-commerce, serta pameran, baik di dalam maupun luar negeri,” kata Putut, Executive GM Marketing Operation Pertamina.

Tantangan UMKM bekerja sama dengan hotel

Para pelaku UMKM yang menjadi peserta kegiatan upskilling.

GM Grand Mercure Medan Angkasa/Accor sekaligus Perwakilan DPD Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Sumatera Utara, Rachmad Suwardi, menyampaikan bahwa kehadiran UMKM bisa membantu bisnis perhotelan memenuhi berbagai kebutuhan sekaligus memperkenalkan ciri khas suatu daerah di Indonesia. Namun, ia mengakui, masih banyak tantangan yang harus dihadapi UMKM.

“Antara lain adalah volume kebutuhan hotel yang tidak bisa dipenuhi UMKM; persaingan harga dengan supplier lainnya, dimana harga produk UMKM cenderung lebih mahal; kemasan yang belum sesuai dengan standar hotel; dan terakhir, UMKM masih tidak konsisten dalam produknya,” kata Rahmat.

Related Articles