BUSINESS

MA Tolak Kasasi Greylag, Notasi Khusus Garuda Indonesia Bakal Dihapus

Kriteria 'Efek Pemantauan Khusus' pun dilepaskan.

MA Tolak Kasasi Greylag, Notasi Khusus Garuda Indonesia Bakal DihapusGaruda Indonesia. (dok. Garuda Indonesia)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

02 February 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – Mahkamah Agung (MA)resmi menolak permohonan kasasi Greylag Entities terhadap Putusan Homologasi PT Garuda Indonesia (Persero). Hal ini akan memberi ruang bagi perusahaan untuk semakin adaptif mengakselerasi kinerjanya.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan bahwa momentum ini akan memperkuat fundamental hukum perseroan untuk beroperasi dan semakin prospektif ke depan.

“Garuda Indonesia saat ini berfokus pada langkah optimalisasi kinerja, termasuk melalui peningkatan pangsa pasar serta pendapatan usaha, perbaikan posisi ekuitas, hingga pemenuhan kewajiban usaha terhadap para kreditur, sesuai dengan kesepakatan perjanjian perdamaian PKPU,” katanya dalam keterangan yang diterima Fortune Indonesia, Jumat (2/2).

Putusan tersebut juga menjadi optimisme tersendiri bagi perusahaan untuk meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan, terkait status Garuda Indonesia sebagai salah satu perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah MA ini berkekuatan hukum tetap melalui Putusan No. 1294 K/Pdt.Sus-Pailit/2023 dan No. 1296 K/Pdt.Sus-Pailit/2023.

Pencabutan status

Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, saat menerima penghargaan \'World\'s Best Cabin Crew\' dari Skytrax.Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, saat menerima penghargaan 'World's Best Cabin Crew' dari Skytrax. (dok. Garuda Indonesia)

Irfan mengatakan, penolakan ini berdampak pada dilepaskannya salah satu kriteria ‘Efek Pemantauan Khusus’ atas Garuda Indonesia, serta dihapuskannya Notasi Khusus ‘B’ pada kode perusahaan yang tercatat di BEI.

"Kami optimistis pemenuhan pencabutan kriteria ‘Efek Pemantauan Khusus’ tersebut dapat secara bertahap kami penuhi selaras dengan outlook kinerja usaha yang ke depan kami proyeksikan akan terus tumbuh positif,” katanya.

Garuda Indonesia bakal mengoptimalkan pengelolaan kinerja finansial guna memenuhi pencabutan kriteria lainnya terkait ekuitas Garuda Indonesia, melalui pengelolaan posisi ekuitas Perusahaan.

“Dengan indikator kinerja keuangan yang semakin membaik, utamanya melalui pertumbuhan pendapatan, kedepannya outlook pemulihan kinerja kami harapkan secara bertahap dapat terus tumbuh positif secara konsisten,” ujar Irfan.

Kinerja moncer

Garuda Indonesia.Garuda Indonesia. (dok. Kemenparekraf)