Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Kinerja Membaik, Laba Unilever Tumbuh 21,8% Sepanjang 2025

Ilustrasi kantor PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). (Dok. Unilever Indonesia)
Ilustrasi kantor PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). (Dok. Unilever Indonesia)
Intinya sih...
  • Unilever Indonesia mencatat peningkatan kinerja keuangan sepanjang 2025, dengan penjualan bersih Rp31,9 triliun dan laba bersih Rp3,5 triliun.
  • Perseroan menopang pertumbuhan dengan tiga pilar utama: Kategori, Saluran Penjualan, dan Biaya, termasuk investasi pada merek dan distribusi.
  • Strategi 2026 Unilever Indonesia akan tetap fokus pada pertumbuhan berbasis kualitas dan volume serta menjaga disiplin eksekusi untuk menciptakan nilai bagi masyarakat Indonesia.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Emiten barang konsumsi, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Perseroan melaporkan penjualan bersih dari operasi yang masih berjalan—tidak termasuk bisnis Es Krim dan Teh Sariwangi—sebesar Rp31,9 triliun, tumbuh 4,3 persen secara tahunan. Sementara, laba bersih dari operasi berlanjut mencapai Rp3,5 triliun, melonjak 21,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Momentum pemulihan kian menguat pada kuartal keempat, terdorong oleh meningkatnya volume penjualan baik dari penjualan domestik maupun ekspor

Dari sisi profitabilitas, margin laba bruto operasi berlanjut tercatat 46,9 persen, turun 60 basis poin akibat meningkatnya biaya transformasi. Namun, di luar biaya tersebut, margin laba bruto justru naik 46 basis poin. 

Laba sebelum pajak UNVR meningkat menjadi 14,1 persen, atau naik 183 basis poin secara tahunan. Sementara jika dikecualikan biaya transformasi, margin laba sebelum pajak mencapai 16,3 persen. Arus kas bebas (free cash flow) melonjak menjadi Rp4,9 triliun, 1,7 kali lebih tinggi dari tahun sebelumnya, dengan posisi utang nol. Dengan memperhitungkan hasil operasi yang dihentikan serta laba bersih penjualan bisnis es krim, laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025 mencapai Rp7,6 triliun.

Presiden Direktur Benjie Yap mengungkapkan, hasil tersebut menandai penguatan berkelanjutan dari momentum pemulihan. “Langkah-langkah disiplin dan perubahan struktural yang kami terapkan telah memberikan dampak yang nyata, tercermin dari pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas,” ujarnya. 

Menurutnya, capaian ini memperkuat keyakinan perseroan berada di jalur yang tepat untuk membangun bisnis yang lebih kompetitif, tangguh, dan siap bertumbuh secara bertanggung jawab dalam jangka panjang.

Tiga Pilar bisnis

Sepanjang 2025, strategi pertumbuhan Perseroan ditopang tiga pilar utama—Kategori, Saluran Penjualan, dan Biaya—yang dirancang untuk mengejar pertumbuhan berkualitas.

Pada pilar kategori, Unilever Indonesia memperkuat minat konsumen melalui investasi berkelanjutan pada merek, penyempurnaan formulasi dan proposisi nilai, serta akselerasi pendekatan social-first. Penyesuaian harga yang selektif, premiumisasi, pembaruan kemasan, dan peningkatan ketersediaan produk dilakukan untuk memenangkan pasar. 

Menurut Benjie, transformasi portofolio menunjukkan kemajuan di segmen bertumbuh cepat, dengan kontribusi meningkat dari 8,0 persen menjadi 9,8 persen. Divestasi bisnis es krim dan teh juga memungkinkan fokus lebih tajam pada Power Brands dan kategori berpotensi jangka panjang. Enam belas merek utama—termasuk Pepsodent, Bango, Royco, Sunlight, dan Rinso—tumbuh sepanjang 2025 dan menyumbang 75% penjualan, dengan pertumbuhan 9,1 persen.

Di pilar saluran penjualan, perseroan memperkuat infrastruktur distribusi untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas eksekusi ritel, sekaligus memastikan ketersediaan lintas kategori. Unilever Indonesia juga mempercepat ekspansi di kanal pertumbuhan masa depan, khususnya D-Commerce serta Health & Beauty, yang terus membentuk perilaku belanja konsumen. Upaya ini menopang kinerja di perdagangan tradisional maupun ekosistem digital.

Sementara itu, pilar biaya dijalankan dengan disiplin melalui efisiensi dan penyederhanaan di seluruh rantai nilai. Produktivitas yang dihasilkan mendukung reinvestasi pada pembangunan merek, inovasi, dan prioritas strategis—memperkuat margin sekaligus ketahanan keuangan.

Strategi 2026

Memasuki 2026, Benjie mengatakan, Unilever Indonesia akan tetap berfokus pada pertumbuhan berbasis kualitas dan volume, melampaui tren pasar. Perseroan mengantisipasi perlambatan sementara pada kuartal pertama 2026 akibat pergeseran musim belanja karena Idul Fitri yang jatuh lebih awal.

“Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah dibangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak,” kata Benjie. 

Perseroan akan terus menjaga disiplin eksekusi, meningkatkan kinerja merek di setiap kanal, serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab demi menciptakan nilai nyata bagi masyarakat Indonesia pada 2026 dan ke depan.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Business

See More

Bangun JETE dari Nol, Jhonny Thio Doran Raih Fortune 40 Under 40

13 Feb 2026, 11:28 WIBBusiness