Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

CEO IDN Winston Utomo: Era Bakar Uang Telah Selesai

030A3803 copy (1).jpg
CEO & Founder IDN, Winston Utomo, saat membuka acara tahunan Fortune Indonesia Summit 2026 di The Westin Hotel, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Dok: IDN
Intinya sih...
  • CEO IDN, Winston Utomo, menegaskan akhir era 'bakar uang' demi pertumbuhan bisnis.
  • Winston menyoroti pentingnya integrasi teknologi, data, dan tata kelola perusahaan untuk menciptakan bisnis yang sehat secara operasional.
  • Potensi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui US$140 miliar, tetapi memerlukan eksekusi nyata dan peningkatan standar industri.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, Fortune - CEO & Founder IDN, Winston Utomo, membuka perhelatan FORTUNE Indonesia Summit 2026 dengan memberikan penekanan pada sebuah pesan.

Dia menegaskan era 'bakar uang' demi mengejar pertumbuhan telah usai, dan mendesak pelaku bisnis untuk kembali memperkuat fundamental perusahaan.

​Dalam pidatonya, Winston menyoroti fenomena bisnis belakangan yang kerap terjebak pada angka pertumbuhan tanpa memikirkan keberlanjutan jangka panjang.

Melalui tema besar tahun ini yang bertumpu pada tiga pilar—Integrated, Elevated, dan Empowered—ia menekankan pentingnya integrasi antara teknologi, data, dan tata kelola perusahaan untuk menciptakan bisnis yang tidak hanya besar secara skala, tetapi juga sehat secara operasional.

​"Di era saat ini, terlalu banyak bisnis yang mengejar pertumbuhan tanpa keberlanjutan. Membakar modal tanpa fundamental yang kuat. Kita harus mengubah pola pikir ini," ujar Winston dalam pidato pembukaan Fortune Indonesia Summit 2026 di The Westin Jakarta, Kamis (16/2).

​Ia menekankan metrik kesuksesan harus bergeser dari sekadar valuasi perusahaan menuju penciptaan nilai nyata.

​"Kita harus membangun bisnis yang menciptakan value, bukan sekadar valuation. Valuasi bisa menarik perhatian, tetapi value yang menentukan ketahanan," kata Winston.

​Selain menyoroti fundamental bisnis, Winston juga memaparkan potensi ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan melampaui US$140 miliar.

Namun, ia mengingatkan potensi tersebut hanya akan menjadi statistik belaka tanpa eksekusi yang nyata dan peningkatan standar industri ('elevated').

​Lebih jauh, dalam pilar 'empowered', Winston mengingatkan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) sekalipun tidak akan efektif tanpa peran manusia yang mumpuni.

Menurutnya, ketahanan bisnis di masa depan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan memberdayakan dan tumbuh bersama lingkungan sekitarnya, bukan hanya mengejar keuntungan sepihak.

​"Jika bisnis tumbuh sendirian, pertumbuhannya akan rapuh. Jika ekosistem tumbuh bersama, pertumbuhannya akan kokoh," ujar Winston.

​Bersamaan dengan summit ini, Fortune Indonesia juga memberikan penghargaan bagi perusahaan-perusahaan yang masuk daftar Change the World 2025, dan para anak muda yang masuk lis Fortune Indonesia 40 Under 40 2026.

Daftar 40 Under 40 2026 menyorot 40 tokoh muda berusia belum 40 yang memberikan kontribusi signifikan pada berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga industri kreatif.

Winston berharap daftar ini tidak berhenti pada angka 40, melainkan menjadi katalis bagi ribuan anak muda lainnya untuk berkontribusi bagi Indonesia.

​Menutup pidatonya, Winston merefleksikan perjalanan 12 tahun IDN sejak berdiri pada 2014, yang kini telah berevolusi menjadi salah satu perusahaan teknologi media dan hiburan terbesar di Indonesia.

Ia menyebutkan tantangan dan resiliensi selama satu dekade terakhir adalah bukti nyata bahwa mimpi besar memerlukan kolaborasi lintas generasi.

Share
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Business

See More

CEO IDN Winston Utomo: Era Bakar Uang Telah Selesai

12 Feb 2026, 10:50 WIBBusiness