BUSINESS

PT PAL Indonesia Targetkan Kontrak Rp60 Triliun di 2024

Jadi bukti kuatnya peran perusahaan di industri pertahanan.

PT PAL Indonesia Targetkan Kontrak Rp60 Triliun di 2024Peletakan lunas kapal Landing Dock pesanan Filipina oleh PT PAL Indonesia, Senin (22/1). (ANTARA FOTO/Moch Asim)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

23 January 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – Salah satu perusahaan di bawah BUMN Pertahanan, PT PAL Indonesia, menargetkan nilai kontak Rp60 triliun di sepanjang  2024 seiring ekspansi perseroan ke pasar global.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan bahwa hal ini menunjukkan peran pemerintah sebagai promotor kapabilitas insinyur dalam negeri. "Sebelumnya kami bisa meraih nilai Kontrak hingga Rp37 triliun. Sepanjang 2024 ini, PT PAL terus intensifkan kinerja dalam pemenuhan target kemajuan sejumlah proyek strategis, baik untuk kebutuhan alutsista dalam negeri maupun tingkat global,” ujarnya saat Peletakan Lunas Landing Dock milik Filipina, Senin (22/1).

Dalam kurun waktu satu dekade terakhir, menurut Kaharuddin, pemerintah tak henti mendukung PT PAL Indonesia dalam menguatkan adaptabilitas bangsa terhadap perubahan. "Tujuannya jelas adalah mencapai kemandirian dan meningkatkan kapasitas bangsa di industri pertahanan,” katanya.

Selain itu,  capaian tersebut akan memberikan dampak positif pada ekonomi nasional berupa peningkatan lapangan kerja dan dampak lanjutan ke industri-industri lainnya dalam rantai produksi industri pertahanan, serta kemajuan teknologi.

Peresmian pembangunan kapal Filipina

PT PAL Indonesia memulai pengerjaan kapal pesanan Filipina, jenis Landing Dock yang ditargetkan akan selesai pada tahun 2026. Seremoni ini menandai awal dari konstruksi kapal sekaligus bisa dianggap sebagai kelahiran kapal tersebut.

Kapal yang masuk kelas Lioyd's Register (LR) tersebut, kata Kaharuddin, memiliki total berat sebesar 7.200 ton, memiliki kecepatan maksimal 16 Knot, kecepatan jelajah 13 knot dan daya tahan jelajah selama 30 hari. “Jangkauan operasinya sejauh 9.360 Nanometer dan mampu membawa maksimum penumpang 680 orang,” ujarnya.

Peresmian pembangunan pesanan Filipina ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan negara sahabat dan dunia internasional terhadap industri pertahanan Tanah Air semakin meningkat.

Dengan proyek ini, kualitas produk pertahanan Indonesia terbukti tidak asal-asalan, dengan kualitas yang bisa dipertanggungjawabkan.

Komitmen di kawasan

Kaharuddin menuturkan oyek-proyek berskala internasional ini membuktikan komitmen PT PAL Indonesia dalam mendukung keamanan regional, lewat kolaborasi erat dengan para pemangku kepentingan di sektor pertahanan.

“Peningkatan kerjasama ini bertujuan memperluas kontribusi positif PT PAL dalam memastikan keamanan dan stabilitas kawasan, dengan fokus pada inovasi, teknologi, ilmu pengetahuan dan proyek strategis yang mendukung tujuan bersama keamanan regional,” ujar Kaharuddin.

Related Topics