Jakarta, FORTUNE – PT Securindo Packatama Indonesia (Secure Parking Indonesia/SPI) membidik pertumbuhan bisnis sebesar 10 persen di tengah persaingan ketat industri pengelola jasa parkir. Guna memacu pendapatan, perusahaan yang beroperasi sejak 1992 ini mengandalkan efisiensi digitalisasi serta ekspansi layanan premium area.
Strategi tersebut disampaikan oleh Managing Director Secure Parking Indonesia, Rustam Rachmat, di hadapan wartawan di Jakarta, Rabu (19/8).
Hingga saat ini, SPI telah mengelola sekitar 1.700 titik parkir yang tersebar di seluruh Indonesia. Portofolio lokasi tersebut terus bertambah seiring ekspansi perusahaan sepanjang semester pertama tahun ini.
“Sampai dengan Juni 2026 ini, kami lebih kurang sudah mengoperasikan penambahan tempat baru sekitar 117 hingga 118 titik,” ujar Rustam.
Untuk mendongkrak kinerja keuangan, SPI menggencarkan strategi premium area yang membidik segmen masyarakat kelas atas. Implementasi fasilitas khusus ini difokuskan di kawasan komersial terpadu Pondok Indah, mencakup Pondok Indah Mall (PIM) 1, PIM 2, PIM 3, PIM 5, serta Pondok Indah Office Tower (PIOT).
Total kapasitas di lima lokasi tersebut mencapai sekitar 10.000 kendaraan dengan waktu operasional 24 jam.
Rustam menjelaskan kelima area tersebut memiliki karakteristik dan kebutuhan penanganan yang berbeda. Pengelolaan parkir tidak dapat menerapkan pendekatan yang seragam.
Di PIM 3, misalnya, SPI menghadirkan kawasan khusus di dalam gedung parkir. Fasilitas ini berkonsep layaknya parkir valet dengan lahan terdedikasi bagi pengunjung yang bersedia membayar biaya tambahan.
Selain segmentasi pasar, pembaruan teknologi menjadi pilar utama operasional SPI. Perusahaan menerapkan Epsilon Parking System (EPS), yaitu sistem parkir berbasis komputasi awan (cloud) dengan kontrol dan pemantauan terpusat. Sistem ini mengintegrasikan pencatatan kendaraan, pemantauan operasional, pelaporan berkala, hingga sistem pembayaran digital.
SPI juga menghadirkan Epsilon No Scan No Tap (eNOS) untuk memberikan pengalaman parkir digital tanpa tiket, kartu, maupun sentuhan (tap). Sistem eNOS mengandalkan teknologi License Plate Recognition (LPR) guna mengidentifikasi plat nomor kendaraan, sementara transaksi pembayaran dilakukan secara digital melalui aplikasi.
Di area operasional lapangan, SPI memanfaatkan perangkat Flaplock untuk penataan dan pengamanan akses kendaraan. Perangkat ini sekaligus mendukung fasilitas baru seperti titik pengisian daya kendaraan listrik (EV charging). Bagi perusahaan, penerapan teknologi berfokus pada efisiensi pencatatan, kemudahan pemantauan, dan ketertiban operasional.
“Yang kami lihat bukan sekadar perangkat apa yang digunakan, tetapi bagaimana teknologi tersebut membantu tim menjalankan operasional dengan lebih tertib dan konsisten,” kata Rustam.
Memasuki paruh kedua tahun ini, SPI akan menyeimbangkan empat pilar strategi: ekspansi jaringan, penguatan lokasi lama, pengembangan teknologi, dan peningkatan kualitas operasional.
