Jakarta, FORTUNE – Knight & Frank Indonesia melaporkan kontribusi sektor properti terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 10 persen pada 2024 dan berpotensi naik menjadi 11,5 persen pada 2025.
Proyeksi ini didukung oleh pertumbuhan sektor residensial dan komersial yang diperkirakan tumbuh sekitar 15 persen hingga 18 persen pada 2025. Itu dibarengi dengan potensi kenaikan pembiayaan KPR yang didukung oleh insentif pemerintah dalam sektor properti hingga kemudahan kredit dan stabilnya suku bunga.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi nasional mencapai Rp1.434,3 triliun pada kuartal III-2025. Dari nilai tersebut, sektor perumahan dan kawasan industri menyumbang Rp105,2 triliun. Hal itu tergambar dalam Seminar "Property Outlook 2026: Turning Market Insights into Business Opportunities" yang diselenggarakan di Jakarta (28/3).
Dalam kaitan ini, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus berupaya mendukung sektor properti dengan menghadirkan program "Mini MBA in Property" yang telah dilaksanakan sejak 2016 hingga 2025. Bahkan, program ini telah menciptakan 863 pengembang baru dalam sembilan tahun perjalanannya.
Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, mengatakan program ini digelar demi melahirkan pengembang kompeten yang menghadirkan rumah-rumah berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
"Lulusan dari Mini MBA in Property ini tidak hanya mendapatkan ilmu tapi akan kami berikan juga akses ke kredit konstruksi di BTN. Pembinaan untuk kredit bagi UMKM di kluster perumahan, hingga business matching dengan pasar dan pelaku usaha berkualitas yang terhubung di ekosistem perumahan BTN. " ujar Hermita di sela Wisuda Mini MBA in Property Tahun 2026 di Jakarta, Sabtu (28/3).
