Konstruksi Pabrik DME Bukit Asam Bakal Dimulai Kuartal I-2028

- Proyek hilirisasi batu bara menjadi DME oleh PT Bukit Asam dijadwalkan memulai konstruksi pada kuartal I 2028, setelah melalui tahap perencanaan hingga 2027.
- MIND ID menegaskan proyek ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi impor LPG, dengan kapasitas produksi direncanakan mencapai 1,4 juta ton per tahun.
- PTBA akan berperan sebagai operator dan pemasok bahan baku, sementara Pertamina menjadi offtaker; proyek dijalankan sesuai regulasi serta prinsip keberlanjutan lingkungan.
Jakarta, FORTUNE - Holding BUMN pertambangan MIND ID mengungkapkan bahwa konstruksi proyek DME akan dimulai pada 2028. Padahal sebelumnya, Danantara menyebutkan bahwa groundreaking akan dimulai pada tahun ini.
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan proyek DME akan dilaksanakan oleh anak usaha yakni PT Bukit Asam. Proyek ini dikembangkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor. Sementara ini PTBA sudah mengalokasikan cadangan batu bara kalori rendah sebagai bahan baku DME, termasuk penyediaan kawasan industri yang dibutuhkan.
"Namun dalam pengembangan proyek DME ini memerlukan koordinasi yang terintegrasi lintas entitas mengenai kajian skema proyek dan dukungan regulasi dan kebijakan untuk proyek ini dapat berjalan dengan baik dalam jangka panjang dan terus memberikan nilai tambah bagi negara," ujar Maroef dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Senin (13/4)
Meski demikian, Maroef mengungkapkan bahwa proyek hilirisasi tersebut dijalankan dengan memerhatikan kepatuhan terhadap regulasi, pengendalian dampak lingkungan, serta pinsip keberlanjutan sumber daya.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menambahkan bahwa proyek DME ini akan mengurangi ketergantungan impor LPG. Adapun kapasitas yang direncanakan sebesar 1,4 juta ton.
Menurutnya, proyek ini mampu memberikan nilai tambah sekitar 4,3 kali lebih tinggi dibandingkan pemanfaatan batu bara secara langsung. Dalam pelaksanaannya, PTBA pun akan berperan sebagai operator pabrik sekaligus pemasok bahan baku, sementara Pertamina bertindak sebagai offtaker yang menyerap seluruh produksi DME.
"Ïni masih berproses, berjalan, dengan Danantara. Mudah-mudahan keekonomiannya nanti bisa membuat PTBA menjadi lebih baik lagi," katanya.
Dalam timeline yang dipaparkan, proyek ini masih berada pada fase perencanaan hingga 2027. Memasuki kuartal III dan IV 2026, proyek dijadwalkan melalui tahap stage gate review. Selanjutnya, konstruksi akan dimulai pada kuartal I 2028 melalui proses groundbreaking, dengan tahap commissioning atau operasional ditargetkan berlangsung pada kuartal IV 2030.
CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pernah menyatakan hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) akan dilakukan groundbreaking pada Februari 2026.


















