Jakarta, FORTUNE - Citigroup Inc , akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan di dua pusat teknologinya di Tiongkok sebanyak 3.500 orang. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menyederhanakan dan merampingkan operasional teknologi globalnya guna meningkatkan manajemen risiko dan data.
Dikutip dari Reuters, pengurangan staf di Pusat Solusi Citi Tiongkok di Shanghai dan Dalian ditargetkan rampung pada awal kuartal keempat tahun ini.
Bank tersebut mengatakan beberapa peran akan dipindahkan ke pusat teknologi Citi di tempat lain, tanpa menyebutkan jumlah pekerjaan atau lokasi yang dimaksud.
Bulan lalu, Reuters melaporkan Citi memangkas sekitar 200 pekerja kontraktor teknologi informasi di Tiongkok.
Sebelumnya, Citi mengumumkan rencana internal untuk secara drastis mengurangi ketergantungan pada kontraktor teknologi informasi dan mempekerjakan ribuan karyawan untuk TI, menyusul sanksi peraturan atas tata kelola data dan kontrol yang tidak memadai.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Dampak Perampingan Global, Citi PHK 3.500 Pekerja Teknologi di Tiongkok

Citi
Perampingan operasional bisnis
Dikutip dari Bloomberg, Bank global tersebut berupaya untuk merampingkan operasional dan meningkatkan laba untuk bersaing lebih ketat dengan para pesaing, dengan target memangkas 20.000 pekerjaan per akhir 2026.
Sebagian hasil efisiensi tersebut akan disalurkan ke investasi di bidang-bidang seperti kualitas data dan kontrol regulasi.
"Pergantian pimpinan, pensiun, dan perubahan staf yang ditargetkan merupakan hal yang wajar ketika menjalankan bisnis," kata Citigroup dalam pernyataan melalui email.
Jumlah karyawan mencapai 229.000 pada akhir kuartal keempat 2024, turun 10.000 dari tahun sebelumnya.
Editorial Team
EditorEkarina .
Related Article
Apa Itu Perusahaan Pialang? Simak Tugas, Cara Kerja, dan Ciri-Cirinya01 Nov 2026, 21:07 WIB
Tingkatkan Infrastruktur Omnichannel, Pendapatan Blibli Tumbuh 46%31 Oct 2026, 22:15 WIB
Profil Simon Aloysius Mantiri, Dirut Pertamina sejak 202431 Oct 2026, 14:00 WIB
Shell Tuntaskan Pengalihan Bisnis SPBU Indonesia ke SEFAS Group30 Oct 2026, 21:40 WIB
Laba Naik 18% Hingga Kuartal III 2026, SMDR Siapkan Amunisi di 202730 Oct 2026, 18:48 WIB
Harga Minyak Melonjak, ISSD Desat Percepatan Transisi Energi 30 Oct 2026, 18:19 WIB
TOBA Catat Pendapatan US$257,3 Juta di Q3-2026, Rugi Bersih Susut 72%30 Oct 2026, 17:36 WIB
Prodia Raup Pendapatan Rp1,71 Triliun, Perkuat Ekspansi30 Oct 2026, 17:16 WIB
Pendapatan Cinema XXI Turun, Segmen Iklan Justru Melonjak 207%30 Oct 2026, 16:20 WIB
Laba Bersih MPMX Tumbuh 23 Persen Menjadi Rp539 Miliar per Kuartal III-202630 Oct 2026, 15:54 WIB
Profil Mirwan Suwarso, Sosok di Balik Kebangkitan Como 190730 Oct 2026, 14:16 WIB
Pendapatan APLN Rp4,4 Triliun per September 2026, Laba Naik Ribuan Persen30 Oct 2026, 13:25 WIB
PGEO Catat Rekor Produksi, Laba Bersih Tumbuh 21,4%30 Oct 2026, 12:00 WIB
TikTok GO by Tokopedia Bantu Roti’O Jangkau Pasar Baru30 Oct 2026, 10:58 WIB
Didukung Industri Makanan, IKI Oktober 2026 Naik ke 53,7730 Oct 2026, 08:18 WIB
Rahayu Saraswati Jadi Wakil Komisaris, Emiten VICI Ekspansi Ekspor29 Oct 2026, 17:15 WIB
10 Skill yang Harus Dimiliki Pekerja di Era AI, Apa Saja?29 Oct 2026, 17:15 WIB
AstyFarm Perluas Lahan Produksi Jadi 12 Hektare, Transaksi Tumbuh 52%29 Oct 2026, 15:24 WIB
Bisnis Tambang Tertekan, Laba Astra Menyusut 12% 29 Oct 2026, 15:23 WIB
Tekan Risiko Kebakaran Listrik, ESDM dan Schneider Fasilitasi Sertifikasi 9.500 Peserta29 Oct 2026, 13:18 WIB