Comscore Tracker
BUSINESS

Menilik Rencana InJourney Mengembangkan Wisata Tematik di 2022

Serius garap wisata kesehatan dan destinasi superprioritas.

Menilik Rencana InJourney Mengembangkan Wisata Tematik di 2022Pulau Padar, Labuan Bajo. Shutterstock/Sittichai Wangngam

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menargetkan peningkatan jumlah wisatawan domestik pada tahun ini. Hal ini diungkapkan Direktur Marketing and Consumer Experience InJourney, Maya Watono, dalam Indonesia Industry Outlook 2022 yang digelar virtual, Rabu (9/2).  

“Ambisi kita 330 juta perputaran wisatawan domestik dan 17 juta wisatawan mancanegara. Kita harap bisa dapat dari event internasional dan MICE. Dalam waktu dekat juga ada Moto GP di sirkuit mandalika, jadi semua berupaya untuk bersiap sebagai strategi meningkatkan eksposur tentang keindahan Indonesia,” ujarnya.

Untuk mencapai target, kata Maya, InJourney akan menerapkan strategi dengan cara memetakan destinasi wisata berdasarkan tema khusus. Tema khusus yang akan dikembangkan InJourney untuk menggaet wisatawan lokal di antaranya, sport traveling, wisata kuliner, wisata kesehatan, dan wisata seni. Selain itu, mengadakan ajang internasional dan kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Maya menyebutkan, sebelum pandemi kontribusi sektor pariwisata sebesar 4,7 persen, setelah ada pandemi merosot di bawah 4 persen. Pada 2022, InJourney membidik kontribusi sektor pariwisata mencapai 4,5 persen.

Pemetaan potensi wisata domestik

Borobudur, salah satu destinasi pariwisata super prioritas di Indonesia.

Maya mengatakan, banyak potensi wisata domestik yang belum digarap maksimal. Dia mencontohkan, tema khusus yang sedang dikembangkan terkait destinasi wisata untuk olahraga atau sport traveling, seperti lari gunung (trail run), menyelam (diving), dan surfing. Dengan begitu, diharapkan bisa digelar kompetisi skala internasional di Indonesia.

Destinasi wisata juga akan dikembangkan berdasarkan potensinya, seperti kuliner ataupun seni. "Jadi, (destinasi berdasarkan) personal interest akan kami kembangkan. Selain itu, pengembangan pariwisata kuliner, seni dan musik, kesehatan, dan lingkungan. Itu pilar-pilar yang coba kami petakan, jadi (destinasi untuk wisatawan domestik) lebih strategis dan tersegmentasi," katanya.

Dalam waktu dekat, InJourney akan membangun platform-platform destinasi dengan menyiapkan event reguler di wilayah Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Di antaranya di Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupan. Event tersebut beragam mulai dari event musik, marathon, diving, kuliner, hingga hiking.

Wisata kesehatan mulai dikembangkan

Maya menyampaikan, salah satu pilar awal yang akan didorong adalah pariwisata kesehatan. Hal tersebut ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama Rumah Sakit Internasional di Sanur, Bali pada 28 Desember 2021. Rumah sakit itu dicanangkan sebagai hub medis di Indonesia. 

Maya menilai langkah ini akan menarik masyarakat yang biasanya berobat ke luar negeri kembali ke Bali. Rumah sakit itu juga bekerja sama dengan Mayo Clinic asal Amerika Serikat untuk meningkatkan kualitas layanan medisnya. 

Menanggapi upaya ini, Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi), Lia G. Partakusuma mengatakan ekosistem rumah sakit harus membuka diri. 

“Bicara health tourism, maka harus berjalan bersama-sama dengan pelaku pariwisata. Seperti travel, kedutaan, serta pihak lain, ekosistem harus kita buka seluas-luasnya. Yang dibutuhkan juga adalah regulasi yang mendukung ekosistem,” katanya.

Dari sisi pengembangan wisata halal, Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin mengharapkan rumah sakit syariah yang ada di Indonesia bisa mengembangkan bisnisnya menjadi wisata medis bagi warga-warga negara Timur Tengah. Kehadiran rumah sakit syariah ini juga untuk melengkapi beberapa wisata halal yang sudah ada di Indonesia dan bisa jadi rujukan para turis yang berkunjung dan mencari wisata halal.

Kepada Fortune Indonesia, Kamis (10/2), Sekjen Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), mengatakan, peluang pasarnya cukup potensial, apalagi semakin banyak rumah sakit yang bersertifikat syariah.

“Potensi ke arah sana bisa dibuka seluas-uasnya tentunya ini merupakan peluang untuk menggaet wisatawan mancanegara, tetapi pasar dalam negeri juga terbuka lebar. Dengan catatan RS yang bersertifikasi syariah mampu menunjukkan ke masyarakat bahwa layanannya baik dan di atas standar, maka itu akan jadi pilihan,” katanya.

Sektor pariwisata didorong hajatan besar

Sirkuit Mandalika, Lombok.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisman ke Indonesia pada tahun lalu hanya mencapai 1,56 juta, anjlok 61,57 persen dibandingkan pada tahun 2020. Adapun jumlah perjalanan wisatawan nusantara sebanyak 518,59 juta pada 2020. Jumlah ini menurun 28,2 persen dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 711,16 juta perjalanan.

Kunjungan wisman tahun berpotensi meningkat didorong dua hajatan besar, yakni Kejuaraan MotoGP dan rangkaian penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. 

Sebagai informasi, ajang MotoGP akan diselenggarakan pada 18-20 Maret 2022, sedangkan KTT G20 akan berlangsung pada November mendatang. 

"Sekarang rider (MotoGP) sudah datang semua di Lombok dan pada Jumat-Minggu ini ada pre-season test untuk mencoba Sirkuit Mandalika," kata Maya.  

Maya menilai kedua ajang internasional ini dapat memaparkan keindahan destinasi wisata nasional ke wisman. Selain itu, paparan media terhadap kedua ajang tersebut akan masif. Walaupun dijadikan sebagai strategi menggaet wisman, Maya mengatakan MotoGP Sirkuit Mandalika dapat dihadiri oleh seluruh masyarakat. Sejauh ini,  pihak panitia menyediakan 50 ribu tiket untuk ajang itu, sedangkan hampir 20 ribu tiket sudah terjual.  

Related Articles