Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
EBITDA Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Naik 156% di 2025
Ilustrasi investasi kripto atau crypto (unsplash.com/Andre Francois)
  • PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencatat kenaikan pendapatan 181,12% menjadi Rp284,75 miliar dan EBITDA naik 156,29% pada 2025, didorong pemulihan pasar aset kripto.
  • Segmen perdagangan derivatif tumbuh signifikan hingga 7.623% YoY dengan kontribusi 21,13% terhadap total pendapatan, menjadi motor utama peningkatan kinerja COIN.
  • Liabilitas COIN turun drastis ke Rp53,71 miliar sementara aset naik 5% menjadi Rp1,602 triliun; perusahaan optimistis segmen derivatif tetap tumbuh positif di tengah dinamika pasar 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan solid. Emiten ekosistem perdagangan aset kripto pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mencatatkan pertumbuhan pada pos laba dan pendapatan, sejalan dengan tren pemulihan pasar aset kripto sepanjang tahun tersebut.

Kinerja solid ini tercermin dari kenaikan pendapatan perseroan yang mencatatkan pertumbuhan menjadi Rp284,75 miliar pada 2025 atau meningkat 181,12 persen dari tahun 2024.

Sepanjang 2025, segmen perdagangan derivatif perseroan mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Tercatat, pendapatan dari segmen derivatif naik signifikan, yakni 7.623 persen secara tahunan atau Year on Year (YoY) menjadi Rp60,17 miliar, dan memberikan kontribusi sebesar 21,13 persen terhadap keseluruhan total pendapatan.

Seiring dengan kenaikan pendapatan tersebiut, COIN juga mencatatkan kenaikan EBITDA menjadi Rp131,05 miliar pada 2025 atau naik 156,29 persen secara YoY. Kenaikan EBITDA tersebut turut mendorong pencapaian laba bersih perseroan sebesar Rp49,10 miliar, tumbuh 14 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk, Ade Wahyu, menjelaskan bahwa 2025 merupakan tahun yang mendukung bagi industri aset kripto. Kondisi pasar yang bergerak positif sepanjang tahun turut mendorong volume transaksi yang pada akhirnya berdampak langsung pada kinerja fundamental perseroan.

"Tren pasar aset kripto di tahun 2025 memberikan dampak positif terhadap kinerja kedua anak perusahaan kami, yakni Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) dan Lembaga Kustodian PT Kustodian Koin Indonesia (ICC). Jumlah konsumen yang terus bertambah, serta adopsi yang semakin positif, khususnya pada produk derivatif di Bursa Kripto CFX, menjadi kontributor utama bagi pertumbuhan kinerja Perseroan," ujar Ade dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4).

Selain mencatat kenaikan pada laba bersih dan pendapatan, perseroan memperbaiki posisi neraca keuangan tercermin dari menurunnya jumlah liabilitas menjadi Rp53,71 miliar, dari sebelumnya Rp234,99 miliar pada akhir 2024.

Di periode yang sama, aset COIN meningkat 5 persen menjadi Rp1,602 triliun. Peningkatan jumlah aset ini didorong oleh kegiatan operasional perusahaan yang stabil, salah satunya bersumber dari kuatnya transaksi segmen derivatif.

Outlook 2026

Sepanjang 2026, Ade memproyeksikan kondisi pasar yang berpotensi lebih dinamis seiring dengan ketidakpastian ekonomi makro dan sentimen geopolitik. Kendati demikian, ia melihat kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi segmen derivatif untuk kembali tumbuh positif secara berkelanjutan.

Di tengah volatilitas pasar, produk derivatif kripto dapat dimanfaatkan oleh konsumen sebagai instrumen lindung nilai (hedging). Oleh karena itu, Ade optimistis segmen derivatif ini akan melanjutkan tren pertumbuhannya dan tetap menjadi salah satu penyumbang bagi pendapatan Perseroan ke depan.

“Kami terus memperkuat portofolio usaha dan berupaya menangkap peluang baru untuk menciptakan nilai jangka panjang,” ujarnya.

Perseroan juga berkomitmen untuk selalu mendukung kegiatan operasional kedua anak usahanya, yakni Bursa Kripto CFX dan Lembaga Kustodian ICC, agar tetap mengedepankan transparansi, inovasi, dan berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Ade.

COIN merupakan perusahaan holding yang menaungi dua anak usahanya, yaitu PT Central Finansial X (CFX) selaku Bursa Aset Kripto pertama di Indonesia, dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) selaku lembaga penyimpanan aset kripto. Kedua anak usaha COIN tersebut telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Editorial Team

EditorEkarina .