Jakarta, FORTUNE - PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan solid. Emiten ekosistem perdagangan aset kripto pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mencatatkan pertumbuhan pada pos laba dan pendapatan, sejalan dengan tren pemulihan pasar aset kripto sepanjang tahun tersebut.
Kinerja solid ini tercermin dari kenaikan pendapatan perseroan yang mencatatkan pertumbuhan menjadi Rp284,75 miliar pada 2025 atau meningkat 181,12 persen dari tahun 2024.
Sepanjang 2025, segmen perdagangan derivatif perseroan mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Tercatat, pendapatan dari segmen derivatif naik signifikan, yakni 7.623 persen secara tahunan atau Year on Year (YoY) menjadi Rp60,17 miliar, dan memberikan kontribusi sebesar 21,13 persen terhadap keseluruhan total pendapatan.
Seiring dengan kenaikan pendapatan tersebiut, COIN juga mencatatkan kenaikan EBITDA menjadi Rp131,05 miliar pada 2025 atau naik 156,29 persen secara YoY. Kenaikan EBITDA tersebut turut mendorong pencapaian laba bersih perseroan sebesar Rp49,10 miliar, tumbuh 14 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk, Ade Wahyu, menjelaskan bahwa 2025 merupakan tahun yang mendukung bagi industri aset kripto. Kondisi pasar yang bergerak positif sepanjang tahun turut mendorong volume transaksi yang pada akhirnya berdampak langsung pada kinerja fundamental perseroan.
"Tren pasar aset kripto di tahun 2025 memberikan dampak positif terhadap kinerja kedua anak perusahaan kami, yakni Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) dan Lembaga Kustodian PT Kustodian Koin Indonesia (ICC). Jumlah konsumen yang terus bertambah, serta adopsi yang semakin positif, khususnya pada produk derivatif di Bursa Kripto CFX, menjadi kontributor utama bagi pertumbuhan kinerja Perseroan," ujar Ade dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4).
Selain mencatat kenaikan pada laba bersih dan pendapatan, perseroan memperbaiki posisi neraca keuangan tercermin dari menurunnya jumlah liabilitas menjadi Rp53,71 miliar, dari sebelumnya Rp234,99 miliar pada akhir 2024.
Di periode yang sama, aset COIN meningkat 5 persen menjadi Rp1,602 triliun. Peningkatan jumlah aset ini didorong oleh kegiatan operasional perusahaan yang stabil, salah satunya bersumber dari kuatnya transaksi segmen derivatif.
