BUSINESS

Pertamina International Shipping Target Operasikan 130 Kapal di 2025

Hingga kini, PIS telah mengoperasikan 97 armada kapal.

Pertamina International Shipping Target Operasikan 130 Kapal di 2025Pertamina International Shipping (PIS) menambah 11 armada sejak 2019 (Dok. PIS)

by Ekarina

18 October 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - PT Pertamina International Shipping (PIS) melanjutkan ekspansi dengan menambah armada kapal tanker selama 4 tahun terakhir. Hingga 2025, PIS menargetkan memngoperasikan 130 armada kapal tanker. 

Corporate Secretary PIS Muh Aryomekka Firdaus mengatakan, penambahan armada kapal tanker dilakukan untuk memperkuat distribusi energi dan ketahanan energi nasional, sekaligus ekspansi perusahaan di pasar global untuk pasar non captive. 

PIS tercatat telah menambah 11 armada kapal tanker sejak 2019 hingga September 2023. Dari 11 armada kapal tersebut, dua di antaranya adalah kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride dan Pertamina Prime yang dibangun secara mandiri dan peresmiannya disaksikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada awal tahun 2021 lalu. 

“Kedua kapal VLCC tersebut juga masuk dalam daftar kapal terbesar dunia, yang sejak beroperasi di tahun 2021 telah berlayar di beberapa negara di dunia,” kata Aryomekka dalam keterangan tertulis, Rabu (18/10). 

Selain dua kapal VLCC Pertamina Pride dan Pertamina Prime, di awal tahun ini PIS juga menambah deretan kapal raksasanya dengan akuisisi kapal Very Large Gas Carrier (VLGC) Pertamina Gas Amaryllis yang merupakan kapal gas ramah lingkungan terbesar dunia. 

“Kapal Pertamina Gas Amaryllis merupakan kapal tanker dual fuel yang pertama dimiliki Indonesia, dan merupakan wujud komitmen PIS dalam mendukung program transisi energi pemerintah,” kata Aryomekka. 

Penambahan armada kapal tanker ini, selain berkontribusi bagi pertumbuhan Pertamina Group juga sejalan dengan target pemerintah dan Kementerian BUMN untuk Go Global. Armada-armada baru PIS juga didorong bisa memenuhi standar internasional untuk bisa berlayar di mancanegara. Mengingat, saat ini kapal-kapal PIS tercatat telah berlayar di 26 rute internasional.

"Indonesia yang go global menjadi visi dan inisiatif BUMN. Kami percaya BUMN punya potensi untuk tumbuh dalam lanskap bisnis internasional dan berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Menteri BUMN Erick Thohir, beberapa waktu lalu.

Rincian penambahan armada PIS 

Armada PIS Mahakam dioperasikan untuk mengangkut petrokimiaArmada PIS Mahakam dioperasikan untuk mengangkut petrokimia (Dok. PIS)

Hingga saat ini, total kapal yang dimiliki PIS telah mencapai 97 kapal. Hingga 2025, PIS menargetkan memiliki 130 armada kapal tanker. 

Adapun rincian penambahan armada kapal PIS sejak 2019 adalah sebagai berikut : 

Kapal VLCC : Pertamina Pride dan Pertamina Prime (2021)
Kapal VLGC: Pertamina Gas Amaryllis (2023)
Kapal Medium Tanker/MT: MT Pangalengan (2019), MT Panjang (2019), MT Pangrango (2019), PIS Precious (2019), PIS Sumatera (2023)
Small Gas Carrier: Gas Antasena (2023), PIS Prolific (2023)
Small Chemical Tanker : PIS Mahakam (2023)

Kapal-kapal yang dioperasikan PIS memiliki jenis yang beragam,  mulai dari kapal pengangkut minyak, gas, hingga petrokimia. 

Penambahan kapal ke depan rencananya akan mencakup beberapa kapal yang berteknologi dual fuel mengombinasikan bahan bakar minyak dan gas, hingga kapal LNG.

Selain dari sisi operasional, perusahaan yang merupaka bagian Sub Holding Integrated Marine Logistics dari PT Pertamina (Persero) ini juga mencatat pertumbuhan kinerja. 

Hingga semester I 2023, PIS mencetak laba sebesar US$138,5 juta atau naik 93 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$71,7 juta, yang mana segmen Non Captive Market mampu tumbuh dari 15,7 persen menjadi 22,8 persen.

Pertumbuhan laba ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah PIS. Sementara, dari sisi operasional terdapat optimalisasi rantai pasokan komoditas turut mengoptimalkan tonase dan pengurangan konsumsi bunker, yang berujung pada efisiensi.