BUSINESS

PGEO Masuk Indeks LQ45, Saham EBT Semakin Dicari?

PGEO juga terdaftar dalam Indeks IDX30, IDX80 dan KOMPAS100

PGEO Masuk Indeks LQ45, Saham EBT Semakin Dicari?Dok. Pertamina Geothermal

by Ekarina

29 January 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, 26 Januari 2024 – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) resmi masuk ke dalam jajaran Indeks LQ45 atau indeks 45 Saham dengan kapitalisasi pasar terbesar dan paling likuid di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan perusahaan yang stabil dengan didukung oleh fundamental yang kuat.

Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Nelwin Aldriansyah mengtakan,masuknya PGEO dalam indeks ini disambut positif oleh pelaku pasar. “Keberhasilan PGEO masuk dalam Indeks LQ45 menandakan pencapaian yang besar. Pada sesi perdagangan pertama, saham PGEO sempat melonjak dan hampir mencapai 6 persen. LQ45 mempertegas posisi PGEO sebagai entitas yang signifikan di pasar modal,” kata Nelwin dalam keterangannya dikutip Senin  (29/1).

Indeks LQ45 merupakan salah satu indikator penting dalam dunia investasi saham di Indonesia. Seleksi yang dilakukan oleh Indeks LQ45 didasarkan pada faktor-faktor seperti tingkat likuiditas yang tinggi, kapitalisasi pasar, fundamental perusahaan, serta prospek pertumbuhan.
 

Ketertarikan Investor

Nelwin mengatakan, dengan nilai pasar saham atau weight PGEO sekitar 0,29 persen dari total nilai Indeks LQ45, PGEO memberikan kontribusi yang signifikan terhadap dinamika indeks tersebut. Kehadiran saham PGEO di Indeks LQ45 memperkuat fokus pasar modal terhadap investasi berkelanjutan. 

“Hal ini menandakan bahwa ketertarikan investor pada emiten-emiten sektor EBT sangat tinggi dan ini menjadi sinyal positif yang patut disyukuri,” kata Nelwin.

Masuknya saham PGEO dalam Indeks LQ45 menandai dorongan positif terhadap transisi energi di Indonesia sekaligus membuka peluang baru bagi PGEO untuk terus memberikan dampak positif dalam sektor EBT.

Selain Indeks LQ45, PGEO juga terdaftar dalam Indeks IDX30, IDX80, serta KOMPAS100. Dengan pencapaian ini, PGEO optimistis bisa menjadi motor penggerak utama dalam perubahan menuju energi berkelanjutan di Indonesia.

“Ke depan, kami akan terus berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi operasional, demi memastikan keberlanjutan pertumbuhan positif serta memberikan nilai yang berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan,” ujar Nelwin.

Pada perdagangan Jumat (26/1), saham PGEO ditutup naik 5,18 persen ke posisi Rp1.320 per saham. Secara year to date (ytd), saham PGEO naik 12,8 persen dengan nilai kapitalisasi pasar Rp54,64 triliun. 

Emiten pendatang baru Indeks LQ45

Pada Kamis (25/1), BEI mengumumkan hasil evaluasi mayor terhadap konstituen indeks LQ45 . Dalam penyesuaian terbarunya, ada empat emiten baru yang masuk ke Indeks LQ45.  

Selain PGEO, emiten baru yang masuk ke Indeks LQ45, yakni PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), dan PT Mitra Pack Tbk (PTMP).

Sedangkan, empat emiten yang keluar dari indeks tersebut, yaitu : PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).  Penerapan indeks baru ini akan berlaku pada 1 Februari 2024 hingga 31 Juli 2024.