BUSINESS

Deretan Bisnis Milik Orang Terkaya Indonesia Hartono Bersaudara

Menyebar pada berbagai macam sektor.

Deretan Bisnis Milik Orang Terkaya Indonesia Hartono BersaudaraRobert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono orang terkaya di Indonesia. (Dok. Istimewa)

by Eko Wahyudi

07 July 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Pemilik Djarum Group, Hartono bersaudara, kembali menjadi orang terkaya Indonesia versi Forbes.

Majalah bisnis asal Amerika Serikat tersebut menaksir harta kekayaan Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono mencapai US$47,7 miliar, atau Rp744,12 triliun dengan asumsi Rp15.600 per dolar.

Harta kekayaan mereka jauh meninggalkan perolehan pengusaha-pengusaha lainnya di Tanah Air. Dibandingkan dengan peringkat kedua, Low Tuck Kwong, saja nilai kekayaannya hampir empat kali lipat.

Hartono Bersaudara mengalami lonjakan kekayaan US$5,1 miliar dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya, disumbang sebagian oleh penawaran umum perdana (IPO) PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI), yang membawahi e-commerce Blibli, dengan raihan dana segar pada saat melantai di bursa sekitar Rp8 triliun atau US$510 juta. Angka itu menjadikan Blibli sebagai perusahaan peraih dana segar terbesar kedua saat IPO.

Selain dari sektor teknologi, asal kekayaan Hartono Bersaudara berasal dari banyak sumber. Berikut rangkumannya:

Djarum

Bisnis Hartono bersaudara dalam industri tembakau dimulai oleh ayah mereka, Oei Wie Gwan, yang membeli perusahaan kecil bernama Djarum Gramophon, dan kemudian mengubah namanya menjadi Pabrik Rokok Djarum (PR Djarum) pada 1951 di Kudus, Jawa Tengah. 

Perlahan, Djarum beralih rupa menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia dengan sejumlah produk populer seperti Djarum Coklat, Djarum 76, Djarum Super, hingga Djarum Black. 

 

Polytron

Tidak berhenti dengan bisnis rokok, Hartono bersaudara mendiversifikasi bisnisnya ke sektor elektronik melalui PT Hartono Istana Teknologi (Polytron). Mereka mendirikan Polytron pada 1975 di Kudus, Jawa Tengah. 

Produk pertama yang diluncurkan perusahaan elektronik tersebut adalah televisi. Lalu, pada 1984 Polytron merilis audio compo. Hingga saat ini, Polytron terus mengembangkan produknya hingga menghasilkan berbagai macam perlatan elektronik.

Di bawah Polytron, Grup Jarum mengoperasikan Mola TV, perusahaan yang menyediakan layanan streaming mulai 2019. Model bisnis Mola TV mencakup tv kabel, IPTV, dan video on-demand.