Jakarta, FORTUNE – Ferrari menunjuk mantan Presiden dan CEO BMW Italia, Massimiliano Di Silvestre, sebagai Chief Marketing and Commercial Officer yang baru, menggantikan Enrico Galliera, eksekutif senior yang telah berkarier lebih dari 16 tahun di Ferrari.
Perubahan manajemen ini terjadi tidak lama setelah Ferrari meluncurkan Luce, mobil listrik pertama perusahaan.
Di Silvestre, yang mengakhiri masa jabatannya di BMW pada akhir Mei setelah hampir tujuh tahun memimpin operasional perusahaan di Italia. Ia akan mulai menjalankan tugas barunya pada 1 Juli 2026 dan bergabung dalam tim kepemimpinan Ferrari dan melapor langsung kepada CEO Ferrari, Benedetto Vigna.
Dalam pernyataannya, Ferrari menyebut Di Silvestre memiliki pengalaman internasional lebih dari dua dekade di industri otomotif premium dan mewah, termasuk dalam transformasi bisnis dan pengembangan komersial.
Selama kepemimpinannya di BMW Italia, perusahaan asal Jerman tersebut berhasil menjadi pemimpin pasar mobil premium di Italia pada 2024 dan 2025.
Sementara itu, Galliera merupakan salah satu eksekutif paling senior di Ferrari. Selama lebih dari 16 tahun, ia berperan penting dalam memperkuat daya tarik dan citra global merek Ferrari.
Menurut perusahaan, Galliera akan memulai babak baru dalam perjalanan profesionalnya. Keputusan tersebut telah disampaikan kepada perusahaan sejak beberapa waktu lalu.
Sementara dilansir dari Reuters, seorang sumber mengatakan, Ferrari dan Galliera sepakat untuk berpisah sejak awal tahun ini, namun Galliera tetap bertahan guna mendampingi peluncuran penting mobil listrik pertama Ferrari.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Enrico atas kontribusi luar biasa yang telah diberikan kepada Ferrari sepanjang kariernya," ujar CEO Benedetto Vigna.
