Jakarta, FORTUNE - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) membukukan kenaikan pendapatan sebesar 53,3 persen (YoY) menjadi Rp1,6 triliun pada 9 bulan awal 2026, dari Rp1,04 triliun pada periode serupa di 2025.
Sejalan dengan itu, EBITA FORE meningkat 70,6 persen (YoY) menjadi Rp342,2 miliar. Margin EBITDA pun naik dari 19,3 persen menjadi 21,4 persen. Begitu pula dengan laba bersih yang tumbuh 49,7 persen (YoY) dari Rp60,10 miliar menjadi Rp90 miliar.
Salah satu faktor pendorong pertumbuhan kinerja tersebut adalah ekspansi jaringan. "Fokus kami tidak hanya pada ekspansi jaringan, tetapi juga pada peningkatan produktivitas setiap gerai. Kami juga tetap berkomitmen pada tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan pengelolaan modal yang prudent, termasuk penggunaan dana hasil IPO sesuai dengan strategi perseroan," kata Presiden Direktur FORE, Vico Lomar dalam keterangan resmi, Kamis (22/10).
Sebagai konteks, selama Januari sampai dengan September 2026, Fore Coffee Indonesia menambah lebih dari 70 gerai baru. Angka tu melampaui target awal ekspansi Fore Coffee, yakni 70 gerai sepanjang tahun.
Jumlah gerai aktif jaringan kopi itu pun mencapai 388. Lebih dari 55 persen gerai baru itu berlokasi di kota tingkat 2 dan tingkat 3.
Secara menyeluruh, jaringan grup terdiri dari 410 gerai, mencakup 388 gerai Fore Coffee di Indonesia, 5 gerai di Singapura, dan 17 gerai Fore Donut.
Khusus untuk Fore Donut, sejak dirilis pada September 2025, gerainya telah tersedia di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Bandung, dan Surabaya. Selama 9 bulan awal 2026, merek itu telah membuka 15 gerai baru, yang meliputi 11 gerai di wilayah Jabodetabek, lalu masing-masing 2 gerai di Bandung dan Surabaya. Terbaru, ekspansi Fore Donut menjangkau 2 lokasi di Bogor, yakni Living Wold Kota Wisata dan Cibinong City Mall.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat operasional dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Vico.
