BUSINESS

Energi Bersih Pasok KTT Asean, PLN Andalkan 2 PLTGU Nusantara Power

Total kapasitas 2 PLTGU capai 4.395 MW.

Energi Bersih Pasok KTT Asean, PLN Andalkan 2 PLTGU Nusantara PowerPembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) milik PLN Nusantara Power. (Doc: PLN NP)

by Hendra Friana

08 September 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - PLN Nusantara Power, anak usaha PT PLN (Persero), menghidupkan dua Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) miliknya sebagai pemasok utama listrik selama KTT ASEAN berlangsung.

Dua pembangkit tersebut adalah unit pembangkit (UP) Muara Karang yang berlokasi di Pluit dan UP Muara Tawar yang berlokasi di Bekasi. Total kapasitas keduanya mencapai 4.395 MW.

PLN Nusantara Power mengerahkan 562 petugas untuk mendukung KTT ASEAN: 299 orang dari UP Muara karang, dan 263 orang dari Muara Tawar.

Sebagai konteks, Presiden Joko "Jokowi" Widodo secara resmi membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 Asean, Selasa (5/9), di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Dalam sambutannya, Jokowi menyinggung ihwal persatuan di antara negara anggota Asean yang hingga saat ini masih terjaga dengan baik. 

”Pada momentum yang baik ini sebagai anggota keluarga dan sebagai ketua ASEAN, saya ingin menegaskan bahwa kesatuan ASEAN saat ini masih terpelihara dengan baik,” ujar Jokowi. 

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan PLN memanfaatkan energi bersih untuk suplai listrik KTT ASEAN ke-43 di Jakarta. 

“Kami juga akan menggunakan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Listrik yang digunakan ini adalah listrik yang jauh lebih bersih sehingga dampak terhadap polusi bisa diminimalisir," kata Darmawan.

Dia menyatakan pasokan tenaga listrik dari PLN telah siap untuk memenuhi kebutuhan KTT ke-43 ASEAN. PLN juga telah menyiapkan sistem tenaga listrik untuk memasok listrik Jakarta selama pelaksanaan KTT. 

Hal yang sama juga diungkapkan Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah. Ia mengatakan PLTGU Muara Karang juga menopang kebutuhan listrik di area VVIP terutama Gedung DPR, MPR, Kementerian, serta Istana Presiden. 

"Listrik yang digunakan untuk KTT ke 43 ASEAN berasal dari PLTGU Muara Karang dan PLTGU Muara Tawar yang merupakan pembangkit listrik berbahan gas. Kami juga pastikan jaminan pasokan gas kedua pembakit itu 100 persen aman selama KTT ASEAN berlangsung," ujar Ruly. 

UP Muara Karang memiliki total kapasitas terpasang 2.177 MW, yang bersumber dari PLTU Gas sebesar 400 MW dan PLTGU 1.777 MW. Sementara itu, kapasitas total UP Muara Tawar mencapai 2.218 MW, yang 858 MW bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), dan 1.360 MW berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU).

Pamerkan PLTS Terapung Cirata

Dalam gelaran KTT Asean di Jakarta, Dirut PLN juga memamerkan kemajuan proyek pembangkit listrik terapung Cirata kepada Presiden Jokowi dan sejumlah pemimpin negara di kawasan Asia Tenggara (Asean) lainnya. 

Pembangkit ini dijalankan oleh Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE) yang merupakan usaha patungan bentukan konsorsium anak perusahaan PLN Nusantara Power, PT PJB Investasi (PJBI) dengan porsi saham 51 persen, serta perusahaan asal Uni Emirat Arab, Masdar porsi saham 49 persen.

Darmawan memastikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata berkapasitas 145 MWac atau setara dengan 192 MWp segera beroperasi komersial dalam waktu dekat.  

PLTS terapung Cirata merupakan PLTS terapung terbesar di kawasan Asia Tenggara. Fasilitas ini didanai sindikasi tiga bank internasional, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), Societe Generale, dan Standard Chartered dengan nilai sekitar 143 juta dolar AS.

Pembangkit ini berada di kawasan seluas 200 hektare di Waduk Cirata, Jawa Barat. Rencananya pasokan listrik akan dialirkan untuk 50.000 rumah tangga serta menyerap tenaga kerja lokal hingga 1.400 orang.