BUSINESS

Fortune Indonesia 100: Garuda Indonesia Masuk, Kimia Farma Keluar

Komposisi BUMN dalam daftar Fortune Indonesia 100 berubah.

Fortune Indonesia 100: Garuda Indonesia Masuk, Kimia Farma KeluarKementerian BUMN. (Shutterstock/Wulandari)

by Hendra Friana

09 August 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Komposisi perusahaan pelat merah dalam daftar Fortune Indonesia 100 tahun ini mengalami perubahan. Pasalnya, terjadi "pergantian pemain" yang membuat Kimia Farma (KAEF) terdepak dari daftar. 

Tahun lalu, anggota holding BUMN farmasi tersebut menempati posisi ke-72 dengan pendapatan Rp12,85 triliun pada 2021. Kini posisi tersebut ditempati Bank Permata dengan pendapatan Rp14,62 triliun.

Meski demikian, jumlah BUMN di dalam daftar Fortune 100 2023 masih belum berubah dari tahun lalu: 18 perusahaan. Sebab, Garuda Indonesia (GIAA) masuk menjadi pendatang baru dengan pendapatan Rp32,74 triliun pada 2022.

Flag carrier tersebut langsung mendarat ke posisi 33 dan menjadikannya sebagai perusahaan dengan laba tertinggi kedua setelah Pertamina (Rp59,35 triliun) dengan laba Rp58,28 triliun.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan laba tebal tersebut dikontribusikan oleh laba buku hasil restrukturisasi.

Selain itu, laba Garuda Indonesia pada 2022 disumbang oleh berbagai basis peningkatan kinerja sepanjang tahun lalu, di antaranya pencatatan pendapatan usaha yang mencapai US$2,1 miliar. Jumlah ini naik sekitar 57 persen dari pencapaian tahun sebelumnya, yakni US$1,33 miliar.

Pendapatan usaha yang berasal dari penerbangan berjadwal turut naik hingga 62,3 persen, diikuti oleh pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal yang juga mencatatkan kenaikan signifikan yang mencapai angka 98,5 persen.

Seiring dengan pulihnya perekonomian Indonesia yang diikuti dengan membaiknya kinerja para perusahaan yang ada di dalamnya, standar untuk masuk dalam Fortune Indonesia 100 kian meningkat dari masa ke masa. 

Jika pada 2021 sebuah perusahaan setidaknya harus membukukan pendapatan Rp8,41 triliun agar bisa masuk dalam daftar bergengsi ini, pada 2022 mereka harus membukukan pendapatan minimal Rp10,51 triliun.

Total pendapatan dari 100 perusahaan terbesar di Indonesia ini pada 2022 mencapai Rp5.632,52 triliun—naik 28,55 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. 

Artinya, perusahaan yang masuk dalam lis Fortune Indonesia 100 kali ini berkontribusi terhadap 28,75 persen perekonomian Tanah Air—sebelumnya hanya 25,81 persen.

Berikut daftar lengkap perusahaan dalam Fortune Indonesia 100: