Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
GOTO Cetak Laba Rp252 Miliar di Tengah Penyesuaian Komisi Mitra
Driver Gojek
  • GoTo membukukan laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026, didorong pendapatan bersih Gojek dan GoPay yang naik 31 persen menjadi Rp5,7 triliun.
  • Pengguna aktif bertransaksi dalam ekosistem GoTo mencapai 71 juta, tumbuh 19 persen secara tahunan, mendukung peningkatan kinerja perseroan.
  • Aturan komisi mitra 8 persen mulai Juli 2026 diperkirakan berdampak pada kuartal III; GoTo mempertahankan target EBITDA Rp3,2-3,4 triliun dengan kontribusi fintech meningkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Unjuk kerja positif emiten teknologi ini ditopang oleh lonjakan pendapatan bersih lini bisnis Gojek dan GoPay sebesar 31 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp5,7 triliun.

Selain kenaikan pendapatan bersih, pertumbuhan kinerja perseroan didorong oleh peningkatan basis pelanggan. Jumlah pengguna aktif bertransaksi dalam ekosistem GoTo mencapai 71 juta, atau tumbuh 19 persen (YoY).

Pencapaian kuartal kedua ini diraih menjelang berlakunya aturan baru komisi mitra sebesar 8 persen mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, menjelaskan struktur komisi anyar tersebut berlaku untuk lini bisnis transportasi roda dua Gojek. Lini usaha ini menyumbang sekitar 7 persen dari total pendapatan bersih grup.

“Dampak dari perubahan komisi ini akan terlihat pada laporan keuangan kuartal ketiga. Namun, setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis tetap stabil. Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami percaya bisa mengatasi dampaknya,” kata Hans melalui keterangan resmi yang dikutip Rabu (29/7).

Kendati terdapat penyesuaian komisi, GoTo tetap optimistis menjaga laju bisnisnya. Perseroan ini mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh pada kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.

Guna mencapai target tersebut, GOTO memperkirakan bakal terjadi pergeseran peta kontribusi antar-lini bisnis.

“Kami memperkirakan kontribusi dari bisnis on-demand services akan berkurang, sementara bisnis fintech akan memberikan kontribusi lebih besar,” ujar Hans.

Seiring dengan ekspansi ekosistem, Hans menegaskan komitmen perseroan untuk terus berinovasi. GOTO akan meningkatkan investasi layanan pelanggan serta memfasilitasi mitra driver Gojek melalui perluasan program apresiasi mitra.

Curated For You

Editorial Team

Related Article