- Arini Saraswaty Subianto sebanyak 80,1 juta saham
- Christian Ariano Rachmat 16 juta saham
- Lany Djuwita 250 ribu saham
- Iwan Dewono Budiyuwono 2.800 saham.
Profil Alamtri Resources Indonesia, Linis Bisnis dan Pemegang Saham

Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menjadi sorotan setelah mencatat net sell asing Rp169,7 miliar pada perdagangan 14–18 September 2026.
Dahulu bernama Adaro Energy, perusahaan kini berfokus pada batu bara metalurgi, pengolahan mineral, jasa pertambangan, serta energi terbarukan.
Pemegang saham pengendali ADRO adalah PT Adaro Strategic Investment dengan 48,76 persen saham.
Jakarta, FORTUNE — PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menjadi sorotan setelah mencatat net sell asing Rp169,7 miliar pada perdagangan 14–18 September 2026. ADRO dikenal sebagai Adaro Energy sebelum menjadi Alamtri Resources Indonesia.
Perseroan menjalankan bisnis batu bara metalurgi, pengolahan mineral, jasa pertambangan, hingga energi baru terbarukan. Perubahan ini terjadi setelah perseroan melepas bisnis batu bara termal pada 2024.
Berikut profil Alamtri Resources Indonesia, lini bisnis, hingga pemegang sahamnya.
Table of Content
Profil Alamtri Resources Indonesia
Berdasarkan data BEI, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk tercatat dengan kode saham ADRO dan berada di Papan Utama. Perseroan melantai di bursa pada 16 Juli 2008.
Kegiatan usaha ADRO mencakup aktivitas perusahaan holding dan konsultasi manajemen. Melalui anak usahanya, perseroan menjalankan bisnis pertambangan, jasa penunjang pertambangan, perdagangan, logistik, kepelabuhanan, konstruksi, hingga pengadaan listrik.
ADRO tercatat di sektor energi dengan subsektor minyak, gas, dan batu bara. Namun, portofolio bisnisnya kini telah berkembang ke mineral dan energi terbarukan.
Sejarah perubahan nama dan bisnis
Alamtri Resources Indonesia bermula pada 2004 dengan nama PT Padang Karunia. Pada 2008, perusahaan melakukan penawaran umum saham perdana di BEI dan menggunakan nama PT Adaro Energy Tbk.
Pada 2022, nama perusahaan berubah menjadi PT Adaro Energy Indonesia Tbk. Dua tahun kemudian, perseroan melepas anak usaha yang menjalankan bisnis batu bara termal, yakni PT Adaro Andalan Indonesia Tbk.
Setelah perubahan tersebut, perusahaan menggunakan nama PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. Perseroan menyatakan fokus bisnisnya diarahkan pada batu bara metalurgi dan mineral serta energi terbarukan.
Lini bisnis Alamtri Resources Indonesia
Melalui PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), Alamtri menjalankan bisnis batu bara metalurgi dan pengolahan mineral. ADMR memiliki lima konsesi PKP2B di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur dengan produk batu bara metalurgi bermerek Enviromet yang digunakan sebagai bahan baku industri baja.
ADMR juga mengembangkan bisnis aluminium melalui smelter di Kalimantan Utara. Proyek tersebut telah memasuki tahap pengujian dan commissioning sebagian pada Desember 2025.
Di bidang jasa pertambangan, Alamtri memiliki PT Saptaindra Sejati (SIS). Layanannya mencakup perencanaan dan operasi tambang, penyediaan alat pertambangan, konstruksi, penyewaan peralatan, hingga perbaikan mesin.
Sementara itu, bisnis energi terbarukan dijalankan melalui PT Alamtri Renewables Indonesia. Portofolionya antara lain proyek PLTS di Kalimantan Tengah dan PLTA di kawasan industri Kalimantan Utara.
Daftar pemegang saham ADRO terbaru
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek ADRO per 8 September 2026, jumlah saham beredar Alamtri Resources Indonesia mencapai sekitar 28,8 miliar saham.
PT Adaro Strategic Investment menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 14,04 miliar saham atau sekitar 48,76 persen. Garibaldi Thohir tercatat memiliki 1,97 miliar saham atau 6,86 persen, sedangkan Edwin Soeryadjaja menguasai 1,05 miliar saham atau 3,65 persen.
Pemegang saham lainnya dari jajaran komisaris dan direksi meliputi:
Sementara itu, saham free float ADRO tercatat sekitar 7,71 miliar saham atau 26,78 persen dari saham beredar.
Demikian profil Alamtri Resources Indonesia (ADRO), mulai dari lini bisnis, anak perusahaan, hingga struktur pemegang sahamnya.
FAQ seputar profil Alamtri Resources Indonesia
Apa kode saham Alamtri Resources Indonesia? Alamtri Resources Indonesia tercatat di BEI dengan kode saham ADRO.
Kapan Alamtri Resources Indonesia didirikan? Perusahaan didirikan pada 2004 dengan nama PT Padang Karunia.
Apa saja bisnis Alamtri Resources Indonesia? Bisnisnya mencakup batu bara metalurgi, pengolahan mineral, jasa pertambangan, dan energi terbarukan.
Siapa pemegang saham terbesar ADRO per 8 September 2026? PT Adaro Strategic tercatat sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 48,76 persen.



















