Jakarta, FORTUNE — Harvest melakukan rebranding setelah 22 tahun beroperasi di Indonesia. Perubahan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas pasar dan portofolio produk dari bisnis kue untuk kebutuhan perayaan dan hadiah ke segmen bakery-patisserie untuk konsumsi sehari-hari.
Chief Executive Officer Harvest, Sylvia Andriani Rizal mengatakan perubahan positioning dilakukan seiring pergeseran preferensi konsumen terhadap produk makanan, desain, dan gaya hidup.
“Selama 22 tahun, Harvest telah menjadi bagian dari banyak momen spesial masyarakat Indonesia. Kini, kami ingin memperluas peran tersebut agar Harvest dapat hadir dalam lebih banyak momen sederhana setiap hari,” kata Sylvia dalam keterangan resmi, Senin (21/9).
Dalam strategi baru tersebut, Harvest tidak lagi hanya mengandalkan produk kue tart dan kebutuhan gifting, tetapi memperluas portofolio ke produk bakery dan pastry. Perseroan juga mengubah pendekatan komunikasi dari yang berorientasi produk dan penjualan menjadi pengembangan pengalaman merek yang lebih terkait dengan gaya hidup konsumen.
Perubahan itu turut diikuti dengan pembaruan konsep baru gerai yang dengan ruang yang lebih modern, pertama kali diterapkan di gerai Harvest Pluit dan akan diperluas secara bertahap ke jaringan toko lainnya.