Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Cerita 12 Tahun Indodax Menjadi Sumbu Awal Industri Kripto Nasional
CEO & Co-founder Indodax, William Sutanto (kanan) (Fortune Indonesia/Herka Yanis)

  • Indodax, central exchange kripto terbesar di Indonesia, didirikan oleh William Sutanto dan Oscar Darmawan.

  • Edukasi menjadi tantangan awal. Regulasi berkembang seiring popularitas kripto dan Indodax aktif dalam penyusunan regulasi.

  • William menerima penghargaan 40 Under 40 dan Indodax menerima penghargaan Change The World 2025 dari Fortune Indonesia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Belasan tahun lalu, membicarakan cryptocurrency di Indonesia lebih sering menimbulkan keraguan ketimbang optimisme adanya peluang. Di tengah keterbatasan popularitas dan stigma negatif aset kripto, William Sutanto dan Oscar Darmawan memilih untuk maju dan mendirikan PT. Bitcoin Indonesia. Seiring berjalannya waktu, nama tersebut berubah menjadi Indodax dan menjadi salah satu central exchange kripto terbesar di Indonesia. 

Pada awal-awal pendiriannya, Chief Executive Officer (CEO) & Co-founder Indodax, William Sutanto mengaku bahwa edukasi menjadi tantangan terbesar. Kripto di masa lalu kerap diasosiasikan dengan kegiatan ilegal sehingga memiliki citra negatif. William bahkan sempat berurusan dengan Densus 88 akibat dari kesalahpahaman terhadap sifat dan cara transaksi aset kripto yang anonim.

Dinding kesalahpahaman publik mengenai kripto perlahan runtuh, seiring dengan semakin dikenalnya instrumen ini sebagai aset digital. Namun permasalahan baru muncul, yaitu regulasinya belum tersedia. William sempat kuatir akan keberlangsungan bisnisnya jika tidak memiliki payung hukum. Gayung bersambut, Kementerian Keuangan di 2019 mengeluarkan kebijakan yang menjadikan cryptocurrency sebagai komoditas dan diregulasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Per Januari 2025, regulator dari industri kripto kini beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dinamika regulasi pun terus berubah seiring meningkatnya popularitas kripto dan bertambahnya pemain di industri ini. William dan Oscar sebagai pelopor dari industri kripto di Indonesia ikut terlibat aktif dalam penyusunan regulasi yang ada.

“Pemerintah sedang membuat regulasi dan kita (Indodax) mau tidak mau, terlibat dalam pembuatannya supaya regulasi yang keluar, support ke industri dan ending-nya menguntungkan konsumen,” ujar William saat menjadi panelis dalam Fortune Indonesia Summit 2026, (12/2).

Menjaga kepercayaan industri

CEO & Co-founder Indodax, William Sutanto (kanan) menerima penghargaan 40 Under 40 2025 (Fortune Indonesia/Herka Yanis)

Indodax dalam menjalankan usahanya sebagai central exchange juga terus berupaya menjaga kepercayaan konsumen. William menyebutnya sebagai prime directive atau strategi utama Perusahaan untuk terus berkembang. 

“Karena berperan sebagai fiduciary, kita harus selalu memiliki mindset, “semua keputusan yang diambil perusahaan harus bisa menguntungkan nasabah”. Jangan menggunakan aset nasabah untuk keuntungan perusahaan. Trust itu harus dijaga,” ujarnya.

Sikap tersebut diuji saat Indodax diterpa kasus peretasan pada 2024. Saat kasus tersebut terjadi, Indodax memilih untuk mengganti kerugian konsumen dari kantong perusahaan. Langkah ini mencerminkan upaya Indodax untuk tetap menjaga kepercayaan konsumen setinggi mungkin. 

Upaya Indodax dalam menjaga kepercayaan konsumen dan industri pun berbuah manis. Selain tetap mempertahankan statusnya sebagai salah satu central exchange kripto terbesar di Indonesia, Indodax juga memperoleh beberapa penghargaan. Salah satunya adalah William yang menerima penghargaan 40 Under 40 dari Fortune Indonesia atas upaya dan kontribusinya dalam mempelopori industri cryptocurrency di Indonesia.

CEO & Co-founder Indodax, William Sutanto (kiri) menerima penghargaan Change The World 2025. (Fortune Indonesia/Herka Yanis)

Kemudian, Indodax juga menerima penghargaan Change The World 2025. Apresiasi ini diberikan atas program Indodax Academy yang terus mengedukasi konsumen dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik. 

Ke depan, William berjanji Indodax akan terus hadir untuk konsumen-konsumen Indonesia. Ia pun juga memiliki visi besar agar kripto semakin diterima dan menjadi bagian dari infrastruktur ekonomi digital Indonesia.

“Mimpi saya adalah industri kripto bakal interconnected dengan industri finansial Indonesia. Menurut saya peluangnya masih banyak dan regulator suportif,” tutupnya. (WEB)

Editorial Team