Jakarta, FORTUNE - Perusahaan teknologi induk Facebook, Meta berencana untuk memberhentikan sekitar 10 persen dari tenaga kerjanya atau sekitar 8.000 orang, bersamaan dengan investasi besar yang digelintorkan lerusahaan di bidang kecerdasan buatan (AI). Ini merupakan PHK terbaru dalam serangkaian PHK di industri teknologi yang sebagian dipicu oleh AI.
Perusahaan juga menutup sekitar 6.000 posisi yang masih kosong, tulis Janelle Gale, kepala bagian sumber daya manusia Meta, dalam memo yang diterbitkan oleh Bloomberg yang dikonfirmasi Meta kepada CNN. PHK akan berlaku efektif pada 20 Mei.
“Kami melakukan ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjalankan perusahaan secara lebih efisien dan untuk memungkinkan kami mengimbangi investasi lain yang kami lakukan,” tulis Gale dilansir dari CNN International, Jumat (24/4).
Meta, bersama dengan raksasa teknologi lainnya, telah melakukan pengeluaran besar-besaran untuk AI. Perusahaan menghabiskan US$72,2 miliar untuk belanja modal pada 2025, atau biaya yang terkait dengan pusat data dan infrastruktur AI lainnya. Angka tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi setidaknya US$115 miliar pada tahun 2026, kata Meta dalam laporan pendapatan Januari lalu.
Perusahaan ini juga telah menghabiskan banyak uang untuk merekrut talenta untuk laboratorium superintelijennya dan telah mengakuisisi startup AI yang sedang naik daun seperti Moltbook dan Manus sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk bersaing dengan OpenAI dan lainnya.
Saham Meta (META) turun lebih dari 2 persen pada Kamis (23/4) sore.
Semakin banyak perusahaan telah mengurangi jumlah karyawan mereka selama setahun terakhir, dengan alasan kemampuan AI untuk meningkatkan efisiensi.
Amazon mengatakan pada awal tahun ini mengenai rencana PHK atas 16.000 pekerjanya. Ini merupakan PHK besar-besaran kedua perusahaan dalam tiga bulan terakhir, sebagai upaya efisiensi. Berikutnya, badai PHK juga melanda perusahaan fintech, Block pada Februari terhadap 40 persen dari karyawannya atau sekitar lebih dari 4.000 orang, disertai peringatan keras ada lebih banyak perusahaan akan mengikuti jejak perusahaan tersebut.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengisyaratkan pada awal tahun ini bahwa perusahaan, yang telah berinvestasi besar-besaran dalam AI, dapat mengalami perubahan tenaga kerja karena teknologi tersebut. Dalam konferensi pendapatan Meta pada Januari, ia menyebut tahun 2026 sebagai "tahun di mana AI mulai secara dramatis mengubah cara kita bekerja."
"Kita mulai melihat proyek-proyek yang dulunya membutuhkan tim besar sekarang dapat diselesaikan oleh satu orang yang sangat berbakat," kata Zuckerberg.
Meta mengatakan akan menawarkan kepada karyawan AS yang terdampak 16 minggu gaji pokok ditambah dua minggu untuk setiap tahun masa kerja, menambahkan bahwa paket internasional akan serupa.
Seperti banyak perusahaan teknologi besar, Meta menghilangkan puluhan ribu pekerjaan pada tahun 2022 dan 2023, pengurangan yang sebagian besar disebabkan oleh penyesuaian ukuran setelah lonjakan penggunaan dan perekrutan di era Covid.
Tahun lalu, perusahaan mengatakan akan memangkas sekitar 5 persen dari apa yang disebutnya sebagai "karyawan berkinerja terendah," meskipun berencana untuk mengisi kembali banyak posisi tersebut.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Investasi Miliaran Dolar di AI, Meta Bakal PHK 8.000 Staf

Ilustrasi Meta. (Pexels.com/Julio Lopez)
Editorial Team
EditorEkarina .
Related Article
Shell Tuntaskan Pengalihan Bisnis SPBU Indonesia ke SEFAS Group30 Oct 2026, 21:40 WIB
Laba Naik 18% Hingga Kuartal III 2026, SMDR Siapkan Amunisi di 202730 Oct 2026, 18:48 WIB
Harga Minyak Melonjak, ISSD Desat Percepatan Transisi Energi 30 Oct 2026, 18:19 WIB
TOBA Catat Pendapatan US$257,3 Juta di Q3-2026, Rugi Bersih Susut 72%30 Oct 2026, 17:36 WIB
Prodia Raup Pendapatan Rp1,71 Triliun, Perkuat Ekspansi30 Oct 2026, 17:16 WIB
Pendapatan Cinema XXI Turun, Segmen Iklan Justru Melonjak 207%30 Oct 2026, 16:20 WIB
Laba Bersih MPMX Tumbuh 23 Persen Menjadi Rp539 Miliar per Kuartal III-202630 Oct 2026, 15:54 WIB
Profil Mirwan Suwarso, Sosok di Balik Kebangkitan Como 190730 Oct 2026, 14:16 WIB
Pendapatan APLN Rp4,4 Triliun per September 2026, Laba Naik Ribuan Persen30 Oct 2026, 13:25 WIB
PGEO Catat Rekor Produksi, Laba Bersih Tumbuh 21,4%30 Oct 2026, 12:00 WIB
TikTok GO by Tokopedia Bantu Roti’O Jangkau Pasar Baru30 Oct 2026, 10:58 WIB
Didukung Industri Makanan, IKI Oktober 2026 Naik ke 53,7730 Oct 2026, 08:18 WIB
Rahayu Saraswati Jadi Wakil Komisaris, Emiten VICI Ekspansi Ekspor29 Oct 2026, 17:15 WIB
10 Skill yang Harus Dimiliki Pekerja di Era AI, Apa Saja?29 Oct 2026, 17:15 WIB
AstyFarm Perluas Lahan Produksi Jadi 12 Hektare, Transaksi Tumbuh 52%29 Oct 2026, 15:24 WIB
Bisnis Tambang Tertekan, Laba Astra Menyusut 12% 29 Oct 2026, 15:23 WIB
Tekan Risiko Kebakaran Listrik, ESDM dan Schneider Fasilitasi Sertifikasi 9.500 Peserta29 Oct 2026, 13:18 WIB
Mesin Pertumbuhan Baru, Gaga Rilis Produk Mi Ayam dan Lirik Ekspor29 Oct 2026, 13:00 WIB
Mengapa Chandra Asri (TPIA) Hentikan Buyback Lebih Cepat?29 Oct 2026, 12:23 WIB
Terus Perkuat Penerapan ESG, PTPP Raih KESGI Award 202629 Oct 2026, 10:51 WIB