Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kilang Balikpapan RDMP 99% Rampung, Siap Kurangi Impor BBM
Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Pertamina Balikpapan di Kalimantan Timur, Rabu (20/3/2024). Foto Pertamina
  • Proyek RDMP Kilang Balikpapan telah mencapai 99 persen dan menyisakan penyesuaian teknis serta commissioning peralatan baru.

  • Saat beroperasi penuh, kilang ditargetkan memenuhi 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional.

  • Pasokan BBM dijaga, sementara Pertamina diminta mengoptimalkan distribusi dan pengawasan BBM subsidi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (22/10)

Bahlil Lahadalia meninjau Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur. Ia menyampaikan bahwa proyek RDMP telah mencapai 99 persen dan menyisakan penyesuaian teknis serta commissioning peralatan baru.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Proyek RDMP Kilang Balikpapan telah mencapai 99 persen dan memasuki tahap akhir.
  • Who?
    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan perkembangan tersebut dan meminta Pertamina mengoptimalkan distribusi BBM subsidi.
  • Where?
    Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur.
  • When?
    Bahlil menyampaikan hal itu saat meninjau kilang pada Kamis (22/10).
  • Why?
    Proyek ini disiapkan untuk mengurangi impor dan ketergantungan pada impor BBM.
  • How?
    Pekerjaan dilanjutkan melalui penyesuaian teknis dan commissioning peralatan baru sebelum kilang beroperasi optimal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kilang Balikpapan hampir selesai karena sudah 99 persen. Bahlil Lahadalia melihat kilang itu dan berkata masih ada sedikit pekerjaan untuk alat baru. Kalau sudah beroperasi, kilang ini bisa membantu menyediakan BBM untuk banyak orang. Sambil menunggu, persediaan BBM tetap dijaga dan Pertamina diminta menyalurkannya kepada masyarakat yang berhak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penyelesaian RDMP Kilang Balikpapan yang telah mencapai 99 persen membuka dukungan bagi pemenuhan kebutuhan BBM nasional. Target kontribusi 22 hingga 25 persen dapat membantu menjaga ketersediaan stok, sementara pasokan yang terus dipantau dan distribusi yang dioptimalkan diarahkan agar BBM subsidi diterima masyarakat yang berhak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Kilang Balikpapan, tempat proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) yang disiapkan untuk mengurangi impor BBM telah memasuki tahap akhir.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, progress kilang tersebut saat ini sudah mencapai 99 persen. Adapun, pekerjaan yang tersisa hanya tinggal penyesuaian teknis dan commissioning peralatan baru, sebelum siap beroperasi optimal.

"RDMP keseluruhan sudah 99 persen, sudah selesai. Cuman apa ya, perintil-perintilnya lah, biasalah barang baru kan. Barang baru itu kan ada karet-karetnya, kira-kira begitulah. Tapi insyaallah kita akan selesaikan," ujar Bahlil saat meninjau Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur pada Kamis (22/10).

Setelah beroperasi penuh, kilang tersebut ditargetkan memenuhi 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional. Dengan demikian, stok BBM ke depan bisa dipastikan aman dan memenuhi standar minimum.

Kilang yang termasuk dalam proyek strategis nasional ini menelan investasi senilai US$7,4 miliar atau setara sekitar Rp126 triliun. Angka ini menjadi salah satu investasi terbesar BUMN hanya di satu lokasi. Oleh karenannya, proyek ini juga dibidik untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

Bahlil menambahkan, sembari menunggu progress satu persen dari kilang tersebut selesai, pasokan BBM terus dijaga.

Ia mengklaim, pertalite cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi 16 hingga 18 hari, sedangkan BBM nonsubsidi RON 92, 95, dan 98 di atas 20 hari. Solar pun tidak menemui kendala karena kebutuhan nasional sudah terpenuhi tanpa impor. Di Kalimantan, ketersediaan BBM relatif setara dengan rata-rata nasional.

Sejalan dengan itu, Bahlil juga meminta Pertamina mengoptimalkan distribusi, agar BBM subsidi sampai kepada masyarakat yang berhak. Pengawasan penyaluran juga ditingkatkan bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (TNI/Polri) terutama untuk menindak tegas pelaku penimbunan, sehingga penerimanya tepat sasaran.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article