Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Krisis Energi Global, Lotte Chemical Pilih Prioritaskan Pasokan Domestik
Pabrik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten. (YouTube/Sekretariat Presiden)
  • Lotte Chemical Indonesia memprioritaskan pasokan produk dan kapasitas produksi untuk pasar domestik guna mendukung kebutuhan energi nasional di tengah krisis global.
  • Eskalasi geopolitik di Timur Tengah mengganggu pasokan bahan baku utama seperti nafta dan LPG, mendorong LCI mencari sumber alternatif serta menurunkan tingkat produksi sementara.
  • LCI meminta dukungan pemerintah berupa penyederhanaan regulasi, bea masuk 0 persen untuk LPG, bantuan fiskal, dan pengamanan jalur logistik agar produksi tetap berlanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Lotte Chemical Indonesia (LCI) mengatakan bakal memprioritaskan alokasi persediaan produk dan sebagian besar kapasitas produksi yang tersedia saat ini bagi pasar domestik.

Cho Jin-Woo, Direktur Management Support PT Lotte Chemical Indonesia mengatakan bahwa gangguan di kawasan Selat Hormuz yang dipicu oleh eskalasi geopolitik Tinur Tengah telah berdampak signifikan terhadap ketersediaan bahan baku utama seperti nafta dan LPG.

Merespon hal ini, LCI mengambil langkah alternatif untuk mengamankan pasokan bahan baku dari sumber-sumber lain demi menjaga keberlangsungan produksi dan memenuhi kebutuhan pelanggan, dan memprioritaskannya untuk pasar domestik.

“Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, prioritas utama kami adalah menjaga keberlangsungan pasokan bagi industri dalam negeri. LCI terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap pelanggan, sekaligus mendukung stabilitas sektor manufaktur nasional,” ujar Cho dalam keterangan resmi, Kamis (9/4).

Sejalan dengan upaya tersebut, perusahaan juga akan menurunkan tingkat produksi sejalan dengan perubahan rute pengadaan bahan baku akibat hambatan logistik. Meski demikian Choi menegaskan bahwa perusahaan masih tetap beroperasi.

"Kami mengevalusi setiap hari untuk memastikan situasi terkini yang transparan seiring berkembangnya kondisi," lanjut Cho.

Untuk itu, LCI mencari dukungan strategis dari pemerintah Indonesia, dengan mengidentifikasi setidaknya empat poin penting untuk intervensi, yakni: penyederhanaan regulasi untuk mempercepat proses impor bahan baku, penerapan bea masuk 0 persen untuk LPG sebagai bahan baku, dan bantuan fiskal sementara untuk mengimbangi lonjakan eksponensial dalam krisis rantai pasokan global ini, termasuk bantuan untuk mengupayakan jalur keluar yang aman bagi kapal pengangkut bahan baku LCI yang saat ini tertahan di Selat Hormuz.

Cho optimistis dukungan tersebut akan memberikan keamanan yang sangat penting, tidak hanya untuk situasi saat ini tetapi juga untuk industri domestik yang lebih luas di masa depan.

"Kami berharap pemerintah dapat membantu memastikan ketersediaan energi dan dukungan kebijakan yang tepat sasaran agar aktivitas produksi kami tetap berlanjut dan memberikan dampak positif bagi program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah," ungkapnya.

LCI menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi komunikasi dan memastikan keberlanjutan pasokan di tengah periode yang menantang.

Editorial Team

EditorEkarina .