Jakarta, FORTUNE - Emiten pelayaran tanker, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) menuai berkah dari perubahan peta perdagangan energi dunia. Perusahaan membukukan lonjakan laba bersih sebesar 141 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi US$14,2 juta pada kuartal I 2026, terdorong oleh kenaikan tarif sewa kapal tanker dan menurunnya beban pembiayaan.
Manajemen BULL mengatakan, kenaikan kinerja pada awal tahun terutama berasal dari membaiknya pendapatan Time Charter Equivalent (TCE) akibat perubahan pola perdagangan minyak global. Negara-negara pengimpor energi kini harus mencari pasokan dari sumber yang lebih jauh, sehingga meningkatkan kebutuhan armada tanker dan memperpanjang jarak pelayaran.
“Akibatnya, pendapatan TCE kapal Aframax melonjak 40,6 persen, sementara tanker Medium Range (MR) naik 43,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” tulis manajemen dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6).
Adapun, konflik Amerika Serikat-Iran belum berdampak terhadap industri pelayaran. Manajemen mengatakan, efek gangguan pasokan energi global baru akan tercermin secara signifikan pada kuartal II 2026 karena panjangnya jarak pelayaran kapal, yang umumnya menimbulkan efek penundaan (lagging effect) sekitar 2–3 bulan sebelum tercermin dalam kenaikan tarif angkutan. Hal ini membuka peluang bagi BULL untuk mencetak laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada kuartal mendatang.
“Manajemen memperkirakan kinerja pada kuartal II 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan kuartal I 2026,” kata manajemen BULL.
