Unilever Indonesia memperkuat daya saing produknya melalui strategi pengembangan merek S.A.S.S.Y. Pendekatan ini menggabungkan lima aspek, yakni inovasi berbasis sains (Science), tampilan produk yang menarik (Aesthetics), pengalaman penggunaan produk (Sensorial Experiences), rekomendasi konsumen (Said by Others), serta relevansi dengan generasi muda (Youthful Relevance).
Melalui strategi tersebut, Unilever berupaya menghadirkan produk berkualitas dan bermanfaat sesuai dengan kebutuhan serta preferensi konsumen. Sunsilk dan Rinso menjadi contoh merek yang dikembangkan menggunakan pendekatan S.A.S.S.Y.
Selain memperkuat merek, Unilever Indonesia berfokus pada pengembangan produk premium. Menurut manajemen, segmen premium menguasai sekitar 32 persen pasar dan tumbuh hampir dua kali lebih cepat dibandingkan segmen produk reguler (mainstream).
Peluang tersebut dimanfaatkan Unilever untuk meningkatkan penjualan produk bernilai lebih tinggi. Bahkan, lebih dari 70 persen bisnis premium perseroan mencatat pertumbuhan yang melampaui pasar di kategorinya masing-masing.
Untuk menjangkau lebih banyak konsumen, Unilever juga memperluas pemasaran digital melalui media sosial, siaran langsung (live streaming), dan kerja sama dengan mitra afiliasi. Strategi ini dijalankan untuk memperkuat promosi sekaligus mendorong penjualan melalui berbagai kanal.