Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
LIXIL Bangun Ekosistem Arsitektur Melalui LDAD 2026
Lixil memperkuat strategi bisnisnya di Indonesia dengan membangun ekosistem arsitektur dan desain melalui ajang LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) 2026. (dpk.LIXIL)
  • LIXIL akan menggelar LDAD 2026 pada 12 Agustus di Jakarta untuk memperkuat kolaborasi arsitek, desainer, akademisi, dan industri solusi hunian serta sanitasi premium.

  • Forum bertema ARCHIPELAGO DIALOGUES menghadirkan Patrik Schumacher, Richard Wood, Andra Matin, dan Gregorius Supie Yolodi untuk membahas keberlanjutan, urbanisasi, serta kualitas ruang hidup.

  • LDAD 2026 menjadi puncak LADC 2026, yang pesertanya meningkat lebih dari dua kali lipat; lima finalis dari kategori profesional dan mahasiswa akan memamerkan karya serta menanti pengumuman pemenang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – LIXIL, perusahaan asal Jepang yang bergerak di bidang solusi air dan hunian berkelanjutan, memperkuat strategi bisnisnya di Indonesia dengan membangun ekosistem arsitektur dan desain melalui ajang LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) 2026.

Forum dua tahunan ini ditargetkan dapat memperkuat kolaborasi dengan komunitas arsitek, desainer interior, dan pelaku industri konstruksi sekaligus memperkuat posisi perusahaan di pasar solusi hunian dan sanitasi premium.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pembangunan berkelanjutan, perusahaan menilai sinergi antara pelaku industri, arsitek, dan akademisi akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong inovasi di sektor konstruksi dan hunian.

Acara yang akan digelar pada 12 Agustus 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta tersebut akan mempertemukan arsitek, interior designer, serta para profesional desain dengan sejumlah maestro arsitektur dunia dan nasional, seperti Patrik Schumacher dari Zaha Hadid Architects (ZHA), Richard Wood dari Snøhetta, Andra Matin dari andramatin studio, serta Gregorius Supie Yolodi dari Yolodi+Maria Architects.

Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia Arfindi Batubara mengatakan transformasi industri konstruksi dan desain membutuhkan ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan perspektif global dengan kebutuhan lokal.

"Melalui LDAD 2026, kami ingin menghadirkan wadah bagi para pelaku industri untuk bertukar gagasan, membangun kolaborasi, dan mendorong lahirnya inovasi yang dapat memperkuat perkembangan arsitektur Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8).

Mengusung tema "ARCHIPELAGO DIALOGUES: Architecture as a Space of Co-Creation", forum tersebut dirancang sebagai ruang diskusi mengenai peran arsitektur dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan, urbanisasi, hingga peningkatan kualitas ruang hidup masyarakat.

LDAD 2026 juga menjadi puncak penyelenggaraan LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026, kompetisi yang tahun ini mencatat jumlah peserta lebih dari dua kali lipat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Peningkatan partisipasi tersebut mencerminkan besarnya minat kalangan profesional maupun mahasiswa terhadap inovasi arsitektur dan memperlihatkan kebutuhan industri akan platform kolaborasi yang menghubungkan talenta dengan pelaku usaha.

LIXIL telah menjaring 5 finalis terbaik untuk kategori professional dan student, yang terpilih setelah melalui proses kurasi serta penjurian yang ketat.

Selain pengumuman pemenang kompetisi, LIXIL akan menampilkan karya para finalis dalam exhibition area yang dapat menjadi ajang pertukaran ide sekaligus memperkenalkan berbagai pendekatan baru dalam perancangan ruang dan bangunan.

Melalui rangkaian inisiatif tersebut, LIXIL berharap dapat memperkuat ekosistem arsitektur nasional sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang mendukung perkembangan industri konstruksi dan hunian berkelanjutan di Indonesia.

“Kami berharap solusi serta rangkaian inisiatif dari LIXIL dapat turut menjadi titik awal bagi lahirnya terobosan-terobosan baru yang semakin bermakna ke depan,” pungkas Arfindi.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article