Dari Sumber hingga Konsumen, Upaya Danone Indonesia Menjaga Air

- Danone Indonesia masuk daftar Fortune Change The World berkat komitmennya menjaga keberlanjutan air melalui strategi Positive Water Impact dan konservasi berbasis Daerah Aliran Sungai.
- Perusahaan menjalankan program #BijakBerplastik dan SAMTAKU untuk edukasi serta pengelolaan sampah plastik, menjangkau lebih dari 1,12 juta anak dan memberdayakan pemulung di sektor daur ulang.
- Pabrik Prambanan berhasil menekan emisi karbon hingga 8.300 ton COâ‚‚ lewat penggunaan boiler biomassa sekam padi, mengurangi jejak karbon produksi sebesar 32 persen.
Jakarta, FORTUNE - Di tengah tuntutan keberlanjutan, praktik bisnis kini tidak lagi sekadar mengejar pertumbuhan, tetapi juga dituntut memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Danone Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air sekaligus merawat ekosistem alami di sekitar wilayah operasionalnya. Upaya tersebut dijalankan melalui strategi Positive Water Impact, yakni pendekatan yang menargetkan pengembalian air ke alam dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan yang digunakan dalam proses produksi.
Dalam praktiknya, Danone Indonesia melakukan konservasi air dengan mengembangkan Program Konservasi Berbasis Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah operasional. Perusahaan air minum dalam kemasan ini juga mencatat telah menanam 21.639 pohon, membangun 81 sumur resapan, DAM kecil, 6.927 rorak untuk pemulihan air tanah pada sepanjang 2024. Selain itu Danone Indonesia juga memperbaiki sistem irigasi sebagai upaya menjaga keseimbangan air yang disediakan alam.
Melalui merek dagangnya, Aqua, perusahaan aktif menggaungkan #BijakBerplastik, yang diinisasi sejak 2018 silam. Implementasinya berupa pengelolaan dan pengumpulan sampah plastik berbasis masyarakat di Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) dan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).
Tidak behenti disitu, perusahaan melakukan edukasi ke sekolah-sekolah melalui program Sampahku Tanggung Jawabku (SAMTAKU), yang telah menjangkau lebih dari 1,12 juta anak hingga 2024.
Pada 2023, Danone menambah 139 program pemberdayaan pemulung dan 285 pekerja di sektor daur ulang. Pada sisi kemasan, Danone telah menghadirkan produk dengan kandungan bahan daur ulang mulai dari 25 persen untuk kategori Single-Use Plastics (SUP) hingga 100 persen untuk AQUA Life.
Salah satu contoh keberhasilan yang menonjol datang dari Pabrik Prambanan. Melalui boiler biomassa berbasis sekam padi, fasilitas tersebut menurunkan emisi karbon hingga 8.300 ton COâ‚‚, mengurangi jejak karbon produksi sebesar 32 persen, serta menekan emisi dari proses uap hingga 90 persen.


















