Jakarta, FORTUNE - Holding BUMN pertambangan MIND ID menargetkan peningkatan produksi emas sebesar enam persen menjadi 31,7 ton untuk 2026.
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin, mengatakan target tersebut akan dicapai melalui peningkatan kinerja operasional melalui PT Antam dan PT Freeport Indonesia.
"Pada 2026, kami posisikan sebagai fondasi strategis untuk mencapai target jangka panjang, khususnya dalam meningkatkan keberlanjutan dan optimalisasi nilai dari seluruh portfolio," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Senin (13/4).
Maroef mengatakan, Antam sedang mengembangkan fasilitas manufaktur logam mulia di Kersik, yang merupakan kerja sama internal grup MIND ID. Dalam kerja sama ini, Freeport Indonesia berperan memasok bahan baku emas, sementara Antam menjalankan fungsi manufaktur sekaligus distribusi. Menurutnya integrasi hulu hingga hilir dalam ekosistem emas tersebut memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perusahaan hingga negara.
MAIND ID juga menargetkan produksi feronikel oleh Antam meningkat 14 persen menjadi 18,4 ribu ton nikel. Sementara itu, produksi nikel PT Vale Indonesia pada 2026 dibidik mencapai 68 ribu ton, sejalan dengan agenda pemeliharaan pabrik Sorowako.
Produksi bijih nikel dari Antam dan Vale juga diperkirakan mengalami lonjakan, didorong mulai beroperasinya blok Bahodopi dan Pomalaa milik Vale. Sementara untuk komoditas timah, MIND ID menargetkan pertumbuhan produksi yang cukup agresif, yakni 63 persen menjadi 29,1 ribu ton.
Sepanjang 2025, kinerja keuangan MIND ID tercatat melampaui target. Pada periode tersebut, perseroan mengantongi pendapatan Rp159 triliun atau sekitar 4 persen di atas rencana, sementara EBITDA menyentuh Rp42 triliun atau 3 persen lebih tinggi dari target. Laba bersih tercatat Rp29 triliun, melampaui target hingga 13 persen. Capaian ini mencerminkan kemampuan optimalisasi operasional di tengah berbagai tantangan, serta disiplin dalam pengelolaan biaya.
Sepanjang 2025, MIND ID meraup pendapatan Rp159 triliun, naik emapt persen dari target yang ditetapkan perusahaan. Sementara EBITDA menyentuh Rp42 triliun, dengan laba bersih tercatat Rp29 triliun atau lebih tinggi 13 persen dari target awal.
