Jakarta, FORTUNE - ParagonCorp menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dan Transjakarta meresmikan Paragon Empties Station (PES) di Halte Transjakarta Cakra Selaras Wahana (CSW), Jakarta Selatan, Senin (7/4). Fasilitas ini menjadi langkah awal kolaborasi pengelolaan sampah kemasan produk kecantikan sekaligus upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat di ruang publik.
PES merupakan smart drop box berteknologi AI yang menerima kemasan kosong produk kecantikan dari berbagai merek, berbahan plastik, kertas, kaca, hingga material campuran. Mesin ini dikembangkan bersama PlasticPay dan dirancang tidak hanya sebagai titik pengumpulan, tetapi juga sarana pemilahan, pmrosesan, dan pencacahan material. Selain itu, menjadi sarana edukasi pengelolaan sampah pascakonsumsi.
Head CSR ParagonCorp, Suci Hendrina, mengatakan inisiatif tersebut merupakan bagian dari pendekatan menyeluruh perusahaan dalam mengelola kemasan, mulai dari desain material hingga sistem pengumpulan kembali. “Melalui Paragon Empties Station, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa setiap kemasan kosong memiliki potensi untuk dikelola kembali secara lebih bertanggung jawab. Ini bukan hanya tentang menyediakan fasilitas, tetapi membangun kebiasaan baru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap mesin memiliki kapasitas sekitar 700 botol dan dilengkapi sensor yang memberi sinyal ketika volume sudah mencapai sekitar 70 persen. Tim pengangkut kemudian akan mengambil dan mengirimkan kemasan untuk dipilah berdasarkan material sebelum diproses lebih lanjut. “Jadi ketika sudah mendekati penuh, sistem akan memberikan cue untuk diambil. Ini membantu memastikan pengelolaan tetap berjalan,” kata Suci.
Saat ini, PES di Halte CSW menjadi bagian dari fase awal uji coba yang mencakup 10 titik di berbagai lokasi, termasuk kampus, ruang publik, hingga gerai ritel. Menurut Suci, perusahaan masih mempelajari pola penggunaan sebelum memperluas jangkauan. “Ini langkah awal. Kami ingin melihat dulu pola paling efektif, apakah di ruang publik, store, atau lokasi lain. Setelah evaluasi, kemungkinan akan dikembangkan lebih luas,” ujarnya.