Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
JLL: Okupansi Kantor Jakarta Naik 72,8 Persen pada Kuartal II 2026
JLL Indonesia Media Briefing Kuartal 1-2026/Dok. JLL Indonesia
  • Riset JLL mencatat pasar perkantoran melanjutkan tren pemulihan pada kuartal kedua 2026 dengan tingkat okupansi 72,8 persen.
  • Penyerapan ruang kantor di luar CBD mencapai sekitar 23.000 m², sementara Sudirman dan SCBD menjadi lokasi paling aktif di CBD.
  • Pusat data menjadi sumber sekitar 80 persen permintaan lahan industri dalam cakupan riset JLL saat ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa prioritas pemilik gedung kantor?
Vote Now
kuartal kedua 2026

Pasar perkantoran melanjutkan tren pemulihan dengan tingkat okupansi meningkat 72,8 persen. Perkantoran Grade A di CBD mencatat penyerapan konsisten.

saat ini

Sekitar 80 persen permintaan lahan industri dalam cakupan riset JLL berasal dari sektor pusat data. Kapasitas data center yang beroperasi mencapai sekitar 450 MW.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa prioritas pemilik gedung kantor?
Vote Now
  • What?
    Pasar perkantoran melanjutkan tren pemulihan dengan tingkat okupansi meningkat 72,8 persen.
  • Who?
    JLL, Head of Research JLL James Taylor, dan Head of Tenant Representation JLL Panji Aziz.
  • Where?
    CBD Jakarta, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Sudirman, SCBD, Cikarang, Karawang, dan bagian timur Jakarta.
  • When?
    Pada kuartal kedua 2026.
  • Why?
    Tidak adanya pasokan baru di CBD mendukung penyerapan pasokan eksisting, sementara dua gedung baru menambah pasokan di luar CBD.
  • How?
    Penyerapan didorong aktivitas penyewaan sektor minyak dan gas serta jasa keuangan, termasuk relokasi perusahaan untuk peningkatan kualitas gedung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa prioritas pemilik gedung kantor?
Vote Now

Kantor-kantor di Jakarta makin banyak terisi pada kuartal kedua 2026. JLL, James Taylor, dan Panji Aziz bilang banyak perusahaan menyewa kantor, terutama di CBD. Gedung baru di Jakarta Utara dan Jakarta Barat juga menambah ruang. Harga sewa gedung Premium dan Grade A naik sedikit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa prioritas pemilik gedung kantor?
Vote Now

Pemulihan okupansi dan penyerapan ruang menunjukkan bahwa aktivitas penyewaan tetap berjalan meski kondisi ekonomi dan ketidakpastian politik memengaruhi laju pemulihan. Pilihan pemilik properti untuk memprioritaskan okupansi juga sejalan dengan stabilisasi tarif Grade B dan C, sementara tarif Premium dan Grade A naik moderat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa prioritas pemilik gedung kantor?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Pasar proprti khususnya perkantoran melanjutkan tren pemulihan pada kuartal kedua 2026, dengan tingkat okupansi meningkat 72,8 persen, menurut laporan terbaru konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL).

Head of Research JLL, James Taylor, menyatakan kondisi ekonomi dan ketidakpastian politik masih membayangi laju pemulihan. Kendati demikian, permintaan masih meninjukan kinerja positif.

"Tidak adanya pasokan baru di CBD terus mendukung penyerapan pada pasokan eksisting," ujar James dalam keterangan resmi risetnya, Selasa (18/8).

Di luar CBD, penyerapan ruang kantor mencapai level tertinggi sejak 2019, yakni sekitar 23.000 meter persegi (m²). Capaian tersebut didorong penyelesaian dua gedung baru di Jakarta Utara dan Jakarta Barat yang menambah sekitar 67.000 m² pasokan. Sektor minyak dan gas menjadi salah satu penggerak utama aktivitas penyewaan.

Head of Tenant Representation JLL, Panji Aziz, mengungkapkan bahwa perkantoran Grade A di kawasan pusat bisnis distrik atau CBD mencatat penyerapan konsisten pada kuartal kedua, dengan sektor jasa keuangan memimpin aktivitas penyewaan.

"Sudirman dan SCBD menjadi lokasi paling aktif pada kuartal ini, didorong oleh beberapa aktivitas relokasi oleh perusahaan-perusahaan yang mencari peningkatan terhadap kualitas gedung kantor yang mereka tempati," katanya.

Dari sisi harga, tarif sewa gedung Premium dan Grade A mencatat kenaikan moderat atau 0,05 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, tarif sewa gedung Grade B dan C mulai stabil setelah sebelumnya mengalami penurunan dalam beberapa kuartal.

Menurut Panji, sejumlah pemilik properti memilih menahan kenaikan tarif sewa dan memprioritaskan tingkat okupansi dibandingkan mengejar harga yang lebih tinggi.

Sejalan dengan itu, Indonesia dinilai tetap menjadi destinasi pilihan untuk investasi properti bagi investor asing dan domestik. Sektor logistik, industri, dan pusat data pun disebutkan masih menjadi penggerak utama aktivitas investasi tersebut. Berdasarkan riset ini, sekitar 80 persen permintaan lahan industri yang masuk dalam cakupan riset JLL saat ini berasal dari sektor pusat data.

Adapun, kapasitas data center yang telah beroperasi mencapai sekitar 450 MW. Tingkat okupansi mencapai sekitar 70 persen di daerah CBD Jakarta dan sekitarnya serta sekitar 80 persen di kawasan Cikarang, Karawang, dan bagian timur Jakarta.

Pilih fokus utama pengelolaan gedung kantor

Menurutmu, apa prioritas pemilik gedung kantor?

See More
Memprioritaskan okupansi
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Menaikkan tarif sewa

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article