Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pasar Properti Kuartal II Melandai, Pembeli Makin Selektif
ilustrasi rumah kayu mini dengan kunci dan kontrak yang melambangkan transaksi properti (pexels.com/Suasana Atlantik)
  • Pasar properti residensial Indonesia memasuki fase moderat pada kuartal II 2026 dengan Market Signal Score 50,3 dari 100.
  • Aktivitas pencarian melambat, tetapi calon pembeli masih menghubungi agen dan pemilik properti sambil lebih selektif menentukan pilihan.
  • Pasokan listing tetap tinggi dan penjual lebih terbuka bernegosiasi, dengan dinamika minat beli berbeda di tiap wilayah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa fokus utama Anda saat membeli properti?
Vote Now
akhir 2025

Aktivitas pasar properti mencapai puncak sebelum Market Signal Score melandai.

kuartal I 2026

Kecepatan transaksi mengalami perlambatan.

Juni 2026

Waktu yang dibutuhkan listing untuk memperoleh penawaran pertama kembali memendek, terutama pada properti melalui agen.

kuartal II 2026

Pasar properti residensial Indonesia memasuki fase moderat. Market Signal Score berada di level 50,3 dari 100 dan aktivitas pencarian melambat.

Rabu (26/8)

Dayu Dara Permata menyatakan calon pembeli lebih fokus pada properti yang sesuai kebutuhan dan anggaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa fokus utama Anda saat membeli properti?
Vote Now
  • What?
    Pasar properti residensial Indonesia memasuki fase moderat dengan aktivitas pencarian calon pembeli yang melambat.
  • Who?
    Pinhome, calon pembeli, penjual, agen, pemilik properti, dan Dayu Dara Permata terlibat dalam dinamika pasar ini.
  • Where?
    Indonesia, dengan perubahan minat beli di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor, Surabaya, dan Bandung.
  • When?
    Pada kuartal II 2026. Waktu listing memperoleh penawaran pertama juga memendek pada Juni 2026.
  • Why?
    Calon pembeli lebih fokus pada properti yang sesuai kebutuhan dan anggaran, sementara pasokan listing tetap tinggi.
  • How?
    Pinhome mengukur pencarian, interaksi listing, penawaran, pasokan rumah, dan kecepatan transaksi melalui Indonesia Property Market Signal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa fokus utama Anda saat membeli properti?
Vote Now

Pasar rumah di Indonesia sedang lebih pelan pada kuartal II 2026. Orang-orang masih mau membeli rumah, tetapi mereka memilih dengan lebih hati-hati. Pinhome melihat banyak rumah tetap ditawarkan. Penjual juga lebih mau bicara soal harga. Di beberapa kota, orang makin ingin membeli rumah, tetapi di tempat lain minatnya melemah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa fokus utama Anda saat membeli properti?
Vote Now

Pasokan rumah yang tetap tinggi dan meningkatnya fleksibilitas penjual memberi ruang lebih besar bagi pembeli untuk membahas harga maupun persyaratan transaksi. Kecepatan transaksi yang membaik juga terlihat pada listing melalui agen. Di sejumlah wilayah, minat beli dan listing baru meningkat bersamaan, menunjukkan aktivitas pasar tetap bergerak dengan pola yang beragam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa fokus utama Anda saat membeli properti?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Pasar properti residensial Indonesia memasuki fase moderat pada kuartal II 2026. Aktivitas pencarian dan interaksi calon pembeli melambat, meski kondisi pasar masih relatif stabil seiring pasokan rumah yang kuat dan kecepatan transaksi yang mulai membaik.

Temuan tersebut tercermin dalam Pinhome Indonesia Property Market Signal, indikator yang mengukur aktivitas pencarian, interaksi terhadap listing, penawaran, pasokan rumah, serta kecepatan transaksi untuk membaca arah pasar sebelum tercermin dalam data transaksi aktual. Pada kuartal II 2026, Market Signal Score berada di level 50,3 dari 100, melandai dari puncak aktivitas pada akhir 2025.

Perlambatan terutama terlihat pada aktivitas pencarian properti, termasuk penggunaan filter, penyimpanan listing (wishlist), dan aktivitas membagikan listing, yang mencatat skor 38,8. Meski demikian, minat calon pembeli untuk menghubungi agen maupun pemilik properti masih bertahan.

Kondisi tersebut menunjukkan perubahan perilaku konsumen. Pinhome menilai, permintaan belum menghilang, tetapi calon pembeli semakin selektif sebelum mengambil keputusan pembelian.

“Calon pembeli kini lebih fokus pada properti yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka. Artinya, yang melambat bukan minat untuk membeli, melainkan proses pengambilan keputusan yang menjadi lebih terukur,” ujar Dayu Dara Permata, CEO & Founder Pinhome dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (26/8).

Di sisi lain, pasokan menjadi penopang utama pasar, dengan skor mencapai 56,8. Jumlah listing baru tetap tinggi, sementara proporsi properti yang ditawarkan dengan urgensi untuk segera terjual juga meningkat. Indikasinya terlihat dari semakin terbukanya penjual terhadap negosiasi harga maupun keinginan untuk mempercepat transaksi.

Perubahan tersebut berpotensi menggeser posisi tawar dalam transaksi properti. Ketika pilihan rumah relatif banyak sementara permintaan lebih terukur, pembeli memiliki ruang lebih besar untuk menegosiasikan harga maupun persyaratan transaksi.

“Di tengah meningkatnya fleksibilitas dari sisi penjual, kondisi ini membuka peluang bagi pembeli untuk memperoleh kesepakatan yang lebih optimal,” kata Dara.

Sinyal positif lain turut tercermin dari kecepatan transaksi. Indeks tersebut mencatat skor 55,4, membaik setelah mengalami perlambatan pada kuartal I 2026. Pada Juni 2026, waktu yang dibutuhkan sebuah listing untuk memperoleh penawaran pertama kembali memendek, terutama pada properti yang dipasarkan melalui agen.

Pasar Properti Berdasar Geografis

Default Image

Pergerakan pasar juga mulai bergeser secara geografis. Pada kuartal II 2026, niat membeli melemah paling tajam di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Kota Depok. Sebaliknya, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Bogor mencatat penguatan minat beli.

Di sisi lain, peningkatan terlihat di sejumlah kota di luar Jakarta, seperti Kota Bekasi, Kota Tangerang, dan Surabaya. Sementara Bandung relatif stabil. Pergeseran tersebut mengindikasikan bahwa pusat aktivitas pasar residensial mulai bergerak ke kawasan penyangga metropolitan dan kota-kota dengan pertumbuhan permintaan yang lebih kuat.

Dari dinamika permintaan dan pasokan, Bekasi, Tangerang, dan Surabaya menjadi pasar yang paling dinamis, dengan minat beli dan jumlah listing baru sama-sama meningkat. Sebaliknya, Jakarta Selatan mengalami pelemahan pada kedua sisi.

Sementara kabupaten Bogor menunjukkan kondisi berbeda. Permintaan meningkat ketika pasokan justru menyusut, membuat persaingan antarcalon pembeli berpotensi semakin ketat. Sementara itu, Bandung dan Jakarta Timur memberikan ruang negosiasi lebih besar bagi pembeli karena pertumbuhan pasokan melampaui kenaikan minat beli.

Bagi pelaku industri properti, perubahan tersebut merupakan sinyal bahwa pasar residensial tidak bergerak dalam satu arah. Preferensi konsumen semakin terfragmentasi berdasarkan lokasi, harga, dan karakter properti.

Oleh karena itu, strategi penjualan yang mengandalkan kenaikan permintaan secara luas perlu bergeser menuju pendekatan yang lebih selektif dan berbasis wilayah.

“Perubahan di pasar properti umumnya diawali oleh perubahan perilaku pencarian dan interaksi calon pembeli. Karena itu, Pinhome Indonesia Property Market Signal dirancang untuk menangkap sinyal-sinyal awal tersebut,” ujar Dara.

Dengan skor pasar yang masih berada di sekitar level 50, pasar residensial pada kuartal II 2026 hal ini menunjukkan belum terjadi tekanan yang berarti.

Namun, kombinasi permintaan yang lebih selektif, pasokan yang tetap tinggi, dan meningkatnya fleksibilitas penjual menciptakan lanskap yang relatif lebih menguntungkan bagi pembeli, khususnya di wilayah dengan pertumbuhan pasokan yang lebih cepat dibandingkan permintaan.

Pilih fokus saat mencari properti

Apa fokus utama Anda saat membeli properti?

See More
Mencari ruang negosiasi harga
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Memilih properti sesuai kebutuhan

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article