Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pelanggan Premium Spotify Tembus 300 Juta, Pendapatan Naik 14%
ilustrasi Spotify Premium (unsplash.com/David Pupaza)
  • Spotify mencapai 300 juta pelanggan Premium pada kuartal II 2026 setelah menambah 7 juta pelanggan, sementara pendapatan tumbuh 14% secara tahunan menjadi 4,78 miliar euro.
  • Pengguna aktif bulanan naik 12% menjadi 777 juta, sedangkan laba bersih berbalik menjadi 545 juta euro dari rugi 86 juta euro tahun sebelumnya; margin kotor mencapai rekor 33,4%.
  • Spotify memperluas bisnis audio berbasis AI melalui Personal Podcasts, remix, Studio, Talk to Spotify, dan Running Mode; kuartal III diproyeksikan mencatat 305 juta pelanggan Premium serta pendapatan 5 miliar euro.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Spotify Technology memperkuat bisnis layanan streaming audio dengan meraih total 300 juta pelanggan premium pada kuartal II 2026. Pencapaian tersebut turut mendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan sebesar 14 persen secara tahunan (YoY) menjadi 4,78 miliar euro.

Dilansir dari Wall Street Journal, berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Spotify menambah 7 juta pelanggan Premium sepanjang April–Juni 2026. Angka tersebut jauh melampaui target perusahaan sebanyak 1 juta pelanggan, dengan pertumbuhan terbesar berasal dari seluruh wilayah operasional, termasuk Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, dan kawasan lainnya.

Selain pelanggan berbayar, jumlah pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users/MAU) perusahaan meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 777 juta pengguna. Sepanjang kuartal II, Spotify menambah sekitar 16 juta pengguna aktif, meski realisasinya masih sedikit di bawah target internal perusahaan.

Dari sisi profitabilitas, Spotify membukukan laba bersih sebesar 545 juta euro atau sekitar US$627 juta. Angka ini berbalik dari kerugian 86 juta euro yang dicatat perusahaan pada kuartal II 2025. Laba per saham tercatat sebesar 2,61 euro.

Sejalan dengan pertumbuhan laba, margin laba kotor (gross margin) juga mencapai 33,4 persen, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Untuk mempertahankan pertumbuhan, Spotify terus memperluas layanannya di luar musik melalui pengembangan podcast, audiobook, dan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan baru meluncurkan fitur Reserved, yang memungkinkan penggemar tertentu memperoleh kesempatan membeli dua tiket konser sebelum penjualan dibuka untuk umum.

Spotify juga mulai meluncurkan Personal Podcasts, yakni layanan yang memungkinkan pengguna membuat episode podcast berbasis AI sesuai minat masing-masing. Selain itu, perusahaan tengah mengembangkan teknologi AI yang memungkinkan pengguna membuat remix maupun lagu cover langsung melalui aplikasi.

Meski mencatatkan kinerja keuangan yang kuat, harga saham Spotify masih turun sekitar 15% sepanjang tahun berjalan hingga penutupan perdagangan Senin waktu setempat.

Adapun, pada kuartal III 2026, Spotify terlihat cukup optimistis dengan kinerjanya, di mana perusahaan memperkirakan jumlah pengguna aktif bulanan meningkat menjadi 788 juta, atau bertambah sekitar 11 juta pengguna. Sementara itu, jumlah pelanggan Premium diproyeksikan mencapai 305 juta, bertambah sekitar 5 juta pelanggan.

Perusahaan juga memproyeksikan pendapatan kuartal III sebesar 5 miliar euro dengan margin laba kotor sekitar 32,9 persen.

Bersamaan dengan hasil keuangan, para CEO Spotify menggunakan kuartal ini untuk menggambarkan perusahaan jauh lebih ambisius daripada sekadar layanan streaming musik.

Dikutip dari TechTimes, dalam laporan keuangan kuartal II 2026, Co-CEO Spotify Alex Norström mengatakan skala pengguna yang dimiliki perusahaan menjadi keunggulan kompetitif untuk mengembangkan layanan audio generasi berikutnya.

Menurutnya, Spotify telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari pengguna, mulai dari perjalanan, olahraga, belajar, bermain gim, hingga waktu istirahat. Skala tersebut sulit ditandingi platform lain.

"Kami memiliki skala yang hanya dimiliki sedikit perusahaan di dunia, bisnis yang sehat dan terus bertumbuh, serta peluang yang hanya bisa kami kejar," ujar Norström.

Strategi baru Spotify berfokus pada pengembangan audio berbasis AI yang dipersonalisasi, yakni konten yang dibuat khusus untuk setiap pengguna berdasarkan kebiasaan mendengarkan mereka.

Salah satu fitur yang tengah diuji adalah Personal Podcasts, yang memanfaatkan Large Taste Model, model AI milik Spotify yang dilatih menggunakan 3,4 triliun sinyal preferensi pendengar setiap hari. Teknologi tersebut mampu menghasilkan episode podcast eksklusif yang berbeda untuk setiap pengguna, sehingga tidak dapat diakses oleh pengguna lain.

Spotify juga mulai membuka infrastrukturnya agar pengguna dapat membuat konten audio sendiri menggunakan agen AI seperti OpenAI Codex maupun Claude Code, kemudian menyimpannya secara privat di akun Spotify.

Selain itu, perusahaan memperkenalkan Studio by Spotify Labs, aplikasi desktop yang dapat terhubung dengan email, kalender, dan aktivitas penelusuran pengguna untuk menghasilkan ringkasan audio harian secara otomatis. Produk ini menempatkan Spotify sebagai pesaing langsung Google melalui layanan NotebookLM di kategori AI-generated podcast.

Spotify juga meluncurkan Talk to Spotify, fitur percakapan berbasis suara maupun teks yang memungkinkan pengguna mencari dan mengendalikan konten hanya dengan berbicara. Sementara Running Mode secara otomatis menyesuaikan playlist berdasarkan tempo dan target lari pengguna.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article