Jakarta, FORTUNE – Tencent Holdings membukukan pertumbuhan pendapatan pada kuartal II-2026 di tengah meningkatnya investasi perusahaan pada teknologi kecerdasan buatan (AI). Kinerja tersebut terutama ditopang oleh bisnis gim dan penguatan pendapatan iklan.
Melansir Reuters, perusahaan teknologi yang berbasis di Shenzhen, Cina, itu mencatat pendapatan 204,8 miliar yuan atau sekitar Rp485,3 triliun dengan asumsi kurs Rp2.370 per yuan dalam tiga bulan yang berakhir Juni 2026. Realisasi tersebut naik 11 persen secara tahunan dan sedikit melampaui proyeksi analis sebesar 202,2 miliar yuan berdasarkan data LSEG.
Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut belum sepenuhnya tercermin pada laba. Laba bersih Tencent hanya meningkat 0,7 persen secara tahunan menjadi 56 miliar yuan atau sekitar Rp132,7 triliun. Angka tersebut berada di bawah ekspektasi analis yang memperkirakan laba bersih mencapai 61,8 miliar yuan. Kinerja tersebut membuat perhatian investor tertuju pada besarnya investasi Tencent di sektor AI. Pasar kini menunggu bukti apakah ekspansi belanja AI dapat menghasilkan tingkat pengembalian yang sepadan atau justru menekan margin keuntungan perusahaan.
Tencent sebelumnya terus meningkatkan belanja modal untuk memperkuat infrastruktur dan pengembangan AI. Sepanjang 2025, belanja modal perusahaan mencapai 79 miliar yuan, meningkat dari 77 miliar yuan pada 2024. Manajemen juga memberi sinyal bahwa investasi di bidang tersebut akan kembali ditingkatkan pada paruh kedua 2026.
Melansir Business Standard, tekanan investasi semakin terlihat pada kuartal II-2026. Belanja modal Tencent melonjak menjadi 52,8 miliar yuan, dibandingkan 31,9 miliar yuan pada kuartal sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan ketika Tencent menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan ByteDance dan Alibaba dalam pengembangan teknologi AI. Perusahaan telah memperkenalkan sejumlah produk berbasis AI, termasuk chatbot Yuanbao dan asisten perkantoran WorkBuddy.
Di tengah ekspansi tersebut, bisnis gim masih menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama Tencent. Pendapatan dari layanan bernilai tambah yang mencakup bisnis gim meningkat 8 persen menjadi 98,4 miliar yuan. Kinerja tersebut terutama ditopang pasar domestik. Pendapatan gim Tencent di Cina tumbuh 17 persen menjadi 47,3 miliar yuan, dengan kontribusi dari sejumlah judul populer seperti "Honor of Kings" dan "Delta Force".
Berbeda dengan pasar domestik, bisnis gim internasional Tencent mengalami kontraksi tipis. Pendapatannya turun 0,8 persen menjadi 18,6 miliar yuan, salah satunya dipengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang asing.
Selain gim, bisnis periklanan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan perusahaan. Pendapatan layanan pemasaran Tencent meningkat 22 persen menjadi 43,6 miliar yuan. Penguatan tersebut didukung pemanfaatan teknologi AI untuk meningkatkan efektivitas iklan di ekosistem Weixin.
Sementara itu, pendapatan dari bisnis teknologi finansial dan layanan bisnis tumbuh 9 persen menjadi 60,3 miliar yuan. Permintaan terhadap layanan komputasi awan yang ditopang teknologi AI menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan segmen tersebut.
Dengan demikian, kinerja kuartal II-2026 memperlihatkan dua sisi bisnis Tencent. Pendapatan perusahaan terus tumbuh berkat kekuatan bisnis inti, terutama gim dan iklan, tetapi ekspansi AI yang agresif turut meningkatkan kebutuhan investasi. Tantangan berikutnya bagi Tencent adalah membuktikan bahwa belanja tersebut dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan keuntungan yang lebih kuat.
